06 April 2020, 15:17 WIB

Serangan Covid-19 di AS Menyerupai Tragedi Pearl Harbor


Nur Aivanni | Internasional

SEJUMLAH gubernur di Amerika Serikat (AS) meminta Gedung Putih untuk merumuskan strategi nasional melawan pandemi virus korona (covid-19).

Kasus covid-19 di Negeri Paman Sam menyebar dengan cepat, berikut jumlah kematian yang melonjak. Otoritas kesehatan pun memperingatkan minggu mendatang bisa menyerupai tragedi Pearl Harbor.

Jumlah korban tewas akibat covid-19 di AS menuju 10.000 orang. Ketika pusat pandemi di New York merenggut ratusan nyawa dalam sehari. Sejumlah rumah harus siaga menerima kedatangan pasien baru yang terinfeksi.

Baca juga: Perbatasan AS-Kanada Akhirnya Ditutup karena Covid-19

Anthony Fauci, ilmuwan senior Amerika yang memerangi pandemi di AS, memperingatkan potrensi yang mengancam. Wargs AS harus bersiap menghadapi pekan yang buruk.

"Saya tidak akan mengatakan kita mengendalikannya," kata Fauci kepada CBS. "Itu akan menjadi pernyataan yang salah," tambahnya.

Ahli Bedah AS, Jerome Adams, bahkan menyampaikan peringatan yang lebih mengerikan. "Ini akan menjadi minggu paling sulit dan paling menyedihkan dalam kehidupan warga AS," pungkasnya kepada Fox News.

"Ini akan menjadi momen Pearl Harbor kita, momen 9/11 kita. Hanya saja itu tidak akan dilokalisasi," imbuh Adams.

Baca juga: Hadapi Covid-19, Trump Tanda Tangani Paket Stimulus US$2 Triliun

Gubernur New York, Andrew Cuomo, mengungkapkan jumlah korban meninggal akibat virus korona di negara bagian tersebut naik menjadi 4.159 orang. Angka itu naik dari 3.565 sehari sebelumnya. Pada Sabtu, jumlah kematian mencapai 630 orang dalam 24 jam.

Sementara itu, gubernur negara bagian lainnya menyuarakan kekhawatiran ketika pemerintahan Donald Trump belum menawarkan rencana kebijakan terpadu. Gubernur Michigan, Gretchen Whitmer, mengatakan tidak adanya strategi nasional dalam memerangi pandemi covid-19, akan menciptakan situasi yang lebih buruk.

"Covid-19 akan berlangsung lebih lama dan lebih banyak orang akan sakit. Dan lebih banyak nyawa yang mungkin hilang. Musuh kita adalah covid-19,” seru Whitmer.(AFP/OL-11)

 

BERITA TERKAIT