06 April 2020, 11:05 WIB

Legislator Yakin Menteri Erick Mampu Jaga Kinerja BUMN


Despian Nurhidayat | Ekonomi

Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron mengungkapkan bahwa mewabahnya virus korona (covid-19) telah memberikan dampak terhadap perekonomian di seluruh negara.


"Melemahnya nilai tukar rupiah, naiknya inflasi, dan potensi menurunnya pertumbuhan ekonomi sangat berdampak terhadap pendapatan dan daya beli masyarakat," ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, Senin (6/4).

Selain itu, Herman juga menyoroti bahwa BUMN juga terdampak dengan situasi saat ini, meski sebelum ada wabah virus korona kondisi dan performa beberapa BUMN sedang kurang baik.

Di awal sidang masa periode ini, Menteri BUMN Erick Thohir telah menyampaikan roadmap di Komisi VI DPR. Di mana targetnya dapat meningkatkan deviden sebesar 50% dari perolehan deviden tahun 2019.

"Namun rapat yang lalu dengan situasi ekonomi global dan nasional seperti saat ini, deviden justru akan turun sebesar 50 % dari perolehan 2019. Berarti hampir seluruh BUMN akan menurun pendapatannya," lanjut Herman.

Lebih lanjut, Herman mengatakan atas situasi ini Kementrian BUMN melakukan pemetaan berdasarkan portofolio BUMN. Meski dinamis hasilnya beberapa yang diputuskan ialah 9,1% BUMN akan dipertahankan dan dikembangkan, 6,3% dilakukan transformasi, 68% melakukan konsolidasi, 8,2% diutamakan untuk pelayanan publik, dan 8,2% divestasi dan bermitra.

"Artinya akan ada perampingan BUMN agar lebih efisien dan efektif untuk menghasilkan laba, selain melaksanakan penugasan pemerintah," pungkasnya.

Herman mengambil contoh, Bulog yang dulunya survive dan memperoleh laba dengan melaksanakan penugasan Raskin atau rastra, setelah berubah penugasannya terus mengalami penurunan. Dalam situasi seperti ini, BUMN tengah menghadapi tekanan hutang jangka pendek karena kekurangan kas dan inventory yang menumpuk.

Selain itu, PLN juga akan ikut terdampak dengan pelemahan nilai tukar rupiah dan subsidi yang naik signifikan, serta BUMN Karya yang juga akan menghadapi masalah.

"Memang berat, namun demikian kami tetap optimis dan mendorong agar Menteri BUMN melahirkan strategi dan cara menghadapinya, serta mempersiapkan manajemen risiko dan mitigasi yang tepat agar bisa menjaga kinerja BUMN dan bahkan kedepan meningkatkannya," tutupnya. (E1)

BERITA TERKAIT