06 April 2020, 08:02 WIB

PAD Yogyakarta Diprediksi Turun 50% Akibat Covid-19


Agus Utantoro | Nusantara

MEREBAKNYA covid-19 menyebabkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota  Yogyakarta diperkirakan akan mengalami penurunan yang cukup besar yaitu pada kisaran 30% hingga 50%.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi, Minggu (5/4), mengatakan penurunan ini salah satunya karena menurunnya pendapatan dari sektor pajak daerah.

"Pajak hotel, pajak restoran, maupun retribusi lainnya akan mengalami penurunan yang cukup besar," katanya.

Menurut dia, Februari-Maret memang merupakan bulan sepi atau low season.  Namun, ujarnya, merebaknya virus korona telah memberikan pukulan tambahan yang cukup telak bagi industri pariwisata di Kota Yogyakarta.

Baca juga: 4 PDP Meninggal di Kalsel, Dua Dinyatakan Positif Covid-19

Dikatakan meski berada di musim rendah kunjungan, sebenarnya sudah banyak yang bisa dilakukan untuk bersiap menghadapi kunjungan wisata yang akan menaik pada bulan-bulan berikutnya.

"Ternyata tidak bisa," katanya.

Karena itu, lanjutnya, Pemerintah Kota Yogyakarta akan segera melakukan penyesuaian postur APBD 2020 guna menyesuaikan perkembangan terakhir dan penyiapan anggaran untuk penanganan covid-19.

Ia menambahkan, kondisi APBD ini juga masih harus menghadapi penghentian pengucuran DAK (Dana Alokasi Khusus) dari pemerintah pusat.

"Hal ini juga harus menjadi perhatian kami dalam melakukan retrukturisasi anggaran yang sebelumnya kami targetkan sebesar Rp2 triliun," katanya.

Sedangkan dalam penganggaran penanganan covid-19 ini, katanya, juga akan menyentuh upaya mengembalikan kondisi sosial ekonomi masyarakat
agar Yogyakarta kembali bangkit. Karena, ujarnya, saat ini, bisa dikatakan tidak berjalan normal.

"Kondisi sosial masyarakat juga mengalami perubahan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Kulonprogo Triyono mengatakan sebenarnya Kulonprogo mendapat alokasi DAK sebesar Rp146 miliar. Namun yang dapat direalisasi hanya Rp13 miliar.

"Karena yang sudah kontrak baru mencapai nilai Rp13 miliar yang meliputi proyek fisik tiga ruas jalan dan satu proyek jaringan irigasi," katanya.

Triyono mengemukakan lagi dengan demikian yang tidak bisa dicairkan mencapai Rp65 miliar.

Pada kesempatan itu, Triyono lebih lanjut mengatakan, dana untuk  penanganan covid-19 Kulonprogo dari yang semula sebesar Rp21 miliar dapat dinaikkan menjadi Rp25 miliar.

Penambahan itu, katanya, didapat dari hasil pemangkasan berbagai anggaran termasuk pemotongan anggaran perjalanan dinas. (OL-1)

BERITA TERKAIT