06 April 2020, 08:00 WIB

Langkah Cepat Kementerian BUMN Atasi Pandemi Covid-19


mediaindonesia.com | Ekonomi

KEMENTERIAN Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serius melakukan berbagai upaya antisipasi dampak meluasnya wabah Coronavirus Disease (Covid-19). Sejumlah langkah strategis disiapkan Menteri BUMN, Erick Thohir guna menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo. "Sesuai dengan arahan Pak Presiden, kita mesti fokus pada tiga hal yaitu kesehatan, social safety, dan menjaga daya beli masyarakat atau hal-hal yang friendly dengan dunia usaha," ujar Erick beberapa waktu lalu.

Kementerian BUMN mengambil langkah cepat dalam merespon dampak meluasnya pandemik Covid-19 diantaranya menjamin ketahanan pangan guna mewaspadai lonjakan beras yang dibutuhkan masyarakat. Dalam kunjungannya ke Komplek Pergudangan Bulog Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Maret lalu, Erick menegaskan stok beras di unit-unit gudang Bulog seluruh Indonesia masih aman. Stok beras Bulog diketahui mencapai 1,6 juta ton yang tersimpan di 1.647 unit gudang dan tersebar di seluruh Indonesia dan diprediksi akan terus bertambah mengingat Indonesia akan memasuki musim panen raya. 

Khusus untuk kawasan Ibu Kota sendiri, jumlah stok beras yang tersimpan di Gudang Bulog mencapai 334 ribu ton atau terbesar kedua di Indonesia setelah Jawa Timur.

Dengan cadangan beras yang tersedia, Erick memastikan Perum Bulog mampu mengatasi kebutuhan lonjakan beras yang tak terduga. “Insya Allah stok aman. Kecemasan dan panik berlebihan tidak menjawab persoalan. Pemerintah serius melindungi masyarakat. Kita hadapi bersama ya, percayalah, bersatu selalu menguatkan kita,” tandas Mantan Presiden Klub Inter Milan tersebut.
 
Selain itu, dalam melakukan pencegahan meluasnya penyebaran virus korona di Indonesia, Kementerian BUMN memberlakukan sejumlah kebijakan yang harus ditaati semua Perusahaan BUMN yang dibina.  Kebijakan yang berkaitan dengan pelayanan publik tersebut, diantaranya memberlakukan physical distancing dalam mengantisipasi penyebaran virus korona atau  Covid-19. Physical distancing merupakan sikap menjaga jarak dengan orang lain. 

Pencegahan meluasnya wabah covid-19 juga diberlakukan di sektor transportasi, khususnya di bandar udara (bandara), pelabuhan, dan stasiun kereta api yang dikelola BUMN. Di Bandara Internasional Soekarno Hatta, pemeriksaan ketat dilakukan bagi pendatang dari dalam maupun luar negeri telah diberlakukan. 

Bandara yang berada di kawasan Cengkareng, Tangerang ini memiliki pemindai suhu tubuh atau thermal scanner untuk mengukur suhu tubuh penumpang serta memasang sejumlah garis kuning di lantai dengan jarak satu meter sebagai penanda antrean bagi calon penumpang pesawat. 

Di setiap lift terminal penumpang juga diberi batas dan posisi berdiri bagi masing-masing individu guna menghindari tatap muka langsung. Tidak lupa, PT Angkasa Pura II melakukan penataan kembali kursi di ruang tunggu (boarding lounge) dengan mengutamakan jarak yang cukup di antara penumpang. 

Hal yang sama diberlakukan di pelabuhan-pelabuhan yang dikelola BUMN, seperti di Pelabuhan Tanjung Priok yang dikelola PT Pelindo II (Persero) serta Pelabuhan Bakauheni, Merak yang dikelola PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). PT PELNI (Persero) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai penyedia jasa transportasi tak luput dari penerapan kebijakan tersebut sembari terus aktif mengimbau pengguna jasa agar menjaga kesehatan dan kebersihan melalui budaya cuci tangan. 

Layanan Telekomunikasi
Di sektor telekomunikasi, BUMN turut mendukung kebijakan proses belajar, bekerja dan beribadah dari rumah dengan menyediakan fasilitas memadai yang berkualitas layanan prima. Kegiatan belajar mengajar di kelas dan kegiatan bekerja di kantor yang bersifat fisik, kini dilakukan secara virtual. Karena itu, dibutuhkan kualitas jaringan telekomunikasi khususnya akses internet di perumahan ataupun mobile yang handal.

“Telkom Group sebagai bagian dari BUMN mengambil peran dalam menyediakan konektivitas dan layanan pembelajaran jarak jauh agar masyarakat dapat belajar dan bekerja dari rumah secara efektif dengan produktivitas yang tetap terjaga,” jelas Erick. Sebagai contoh, Telkomsel memberikan akses data bebas kuota hingga 30 GB bagi pelajar dan mahasiswa untuk mengakses aplikasi-aplikasi pembelajaran jarak jauh yang telah bekerjasama dengan Telkomsel serta tambahan kuota akses internet kepada pelanggan IndiHome.

Sumber Daya Kesehatan
Di sisi kesehatan, Kementerian BUMN memiliki sejumlah sumber daya untuk membantu masyarakat yang terdampak langsung. PT Kimia Farma (Persero) Tbk melalui 1.300 Apotek, 600 Klinik dan Laboratorium Klinik yang tersebar di seluruh Indonesia siap mendukung pencegahan dan penanganan virus korona. 

Erick menyampaikan, dana CSR BUMN tahun ini akan difokuskan untuk membantu pengadaan alat-alat kesehatan. Kementerian BUMN bersama dengan BUMN telah membeli alat tes korona dari sejumlah negara dan diserahkan kepada Kementerian Kesehatan untuk segera disalurkan pada publik.

"Ada 60 ribu (alat tes). Tes kit ini ada dua macam, ada tes air liur dan ada yang darah. Kita prioritaskan yang air liur. Tes air liur akan dipergunakan untuk rumah sakit," kata Erick. Kementerian BUMN melalui BUMN terkait juga telah memproduksi lebih dari empat juta masker yang kini bisa diakses publik secara umum di seluruh toko obat dan lokasi jual beli alat-alat kesehatan. 

Kementerian BUMN dan BUMN juga menaruh perhatiannya pada ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi para tenaga medis. Pada 27 Maret kemarin, BUMN menerima bantuan pencegahan Covid-19 dari mitra PT Bukit Asam (Persero) Tbk berupa Alat Pelindung Diri (APD), masker, thermometer shot gun, dan hand sanitizer. “Bantuan ini diharapkan dapat membantu para tenaga medis yang berada di garda terdepan dalam menangani Covid-19,” ujar Erick.

Selain itu, Kementerian BUMN senantiasa bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Virus Corona, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Kesehatan, serta pihak terkait untuk memaksimalkan Wisma Atlet sebagai lokasi penanganan pasien korona. "Dokter-dokter yang bekerja di sini gabungan dokter dari berbagai instansi, dari Kementerian Kesehatan, TNI, Polri, BUMN dan lain-lain,” jelas Erick.

Dalam pengoperasian Wisma Atlet sebagai lokasi penanganan korona, BUMN menerjunkan tenaga kesehatan yang dimiliki rumah sakit BUMN. Selain itu fasilitas dan alat kesehatan akan dilengkapi dari dana Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) BUMN. "CSR BUMN akan dialokasikan ke sini. CSR akan membantu akan sediakan alat di sini (Wisma Atlet). Selain itu BUMN farmasi terus memproduksi kebutuhan-kebutuhan obat yang diperlukan," kata Erick. 

Jumlah pasien yang ditangani di Wisma Atlet hingga Selasa (31/3) mencapai 413 orang dengan rincian 253 pria dan 160 wanita. Adapun 413 orang itu terdiri dari 232 orang PDP, 80 orang ODP, serta pasien positif korona sebanyak 101 orang. 

Selain Wisma Atlet, Erick meyakini bahwa Rumah Sakit BUMN siap membantu pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19. Sebanyak 65 RS BUMN disiagakan untuk menampung pasien korona. "Total 221 kapasitas dapat ditampung oleh RS BUMN, ada ruang perawatan khusus sebanyak 155 tempat tidur dan 66 ruang observasi atau safe house," tandas dia.

Antisipasi Ekonomi
Tak hanya di sisi kesehatan, langkah antisipasi juga disiapkan Kementerian BUMN di sektor ekonomi. Erick menyadari banyaknya sektor ekonomi yang terpukul gejolak akibat pandemi yang melanda dunia. 

Sektor terparah yang terdampak adalah hotel, restoran, pariwisata,dan penerbangan. Karena itu, Kementerian BUMN akan berkoordinasi dengan lembaga terkait untuk segera meluncurkan kebijakan yang membantu industri yang terdampak itu. 

"Kita pastikan bank-bank BUMN turunkan suku bunga UKM. Kita juga berkoordinasi dengan lembaga lain yang terkait agar ada relaksasi untuk sektor-sektor terdampak seperti hotel, pariwisata, penerbangan, restoran yang punya pinjaman ke bank-bank BUMN agar diberi keringanan," kata Erick.  Namun, Erick mencatat hanya sektor usaha yang punya rekam jejak positif yang akan mendapat bantuan relaksasi dari bank.

“Percayalah, kalau kita semua bersatu, InsyaAllah apapun bisa dilalui dengan baik. Saya apresiasi setinggi-tingginya semua pihak yang sudah bergerak cepat membantu Pemerintah untuk mewujudkan RS Darurat ini. Semoga upaya kita semua ini diridhoi Yang Maha Kuasa dan dapat menekan lajunya pandemi Covid-19 di Indonesia. Insya Allah selalu ada jalan,” tutup Erick Thohir. (Gan/S1-25)

BERITA TERKAIT