06 April 2020, 06:30 WIB

Pilar Sosial untuk Kawal Kebijakan


(Ifa/H-1) | Humaniora

PILAR sosial sebagai garda terdepan Kementerian Sosial menyatakan akan terus merealisasikan kebijakan pemerintah pusat dalam upaya percepatan penanganan wabah covid-19 di berbagai daerah. Menteri Sosial Juliari P Batubara dalam video telekonferensi bersama 15 pilar sosial, antara lain dari Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Karang Taruna, Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS), dan Pendamping Sosial Komunitas Adat Terpencil (KAT) menegaskan hal tersebut.

“Pilar-pilar sosial kiprahnya sangat berpengaruh di tengah masyarakat. Saya percaya mereka bisa menjalankan tugas ini dengan baik,” kata Mensos. Tak lupa Juliari berpesan agar mereka senantiasa menjalankan protokol kesehatan dalam menjalankan tugas sehari-hari, antara lain menerapkan physical/social distancing 1-2 meter, memakai masker, mencuci tangan, serta tidak melakukan penyemprotan disinfektan langsung ke tubuh manusia.

Menurut catatan Kemensos, dalam beberapa minggu terakhir ini seluruh pilar-pilar sosial turut serta dalam membantu penanganan penyebaran covid-19. Mereka tak hanya mengedukasi masyarakat seperti mengadakan sosialisasi, tapi juga menggerakkan perekonomian warga. Misalnya, dengan membuat empon-empon atau multivitamin berbahan alami dan melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan dan fasilitas umum. Hingga akhir pekan kemarin lebih dari 6.700 paket bantuan sembako disalurkan untuk dua klaster dari lima klaster rehabilitasi sosial, yaitu klaster anak dan penyandang disabilitas.

Pada Sabtu (4/4), sebanyak 6.000 paket bantuan sembako telah didistribusikan kepada 276 Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) anak dan 700 paket didistribusikan kepada 22 LKS penyandang disabilitas se-Jabodetabek. Bantuan diterima langsung perwakilan LKS dari tiap-tiap klaster.

Dirjen Rehabilitasi Sosial, Harry Hikmat, mengatakan bantuan ini diberikan agar anak dan penyandang disabilitas mendapatkan tambahan asupan gizi dan meningkatkan daya tahan tubuh untuk menangkal covid-19. Harry juga menyampaikan bahwa Kemensos akan mendistribusikan bantuan sembako berupa paket laukpauk, makanan anak, dan makanan siap saji kepada  Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) atau panti sosial milik masyarakat se-Jabodetabek.

“Bantuan ini akan disalurkan kepada panti sosial atau LKS se-Jabodetabek dilima klaster, yaitu klaster anak, klaster penyandang disabilitas, klaster korban penyalahgunaan napza, klaster lanjut usia, serta klaster tunasosial dan korban perdagangan orang,” imbuhnya. Penyaluran ini dilaksanakan atas arahan Menteri Sosial untuk melakukan percepatan distribusi bantuan sembako. (Ifa/H-1)

 

BERITA TERKAIT