06 April 2020, 06:05 WIB

Tingkatkan Kekebalan Tubuh Keluarga dengan HDI Propoelix ™


mediaindonesia.com | Humaniora

PANDEMI virus korona atau covid-19 menggemparkan dunia sejak awal kemunculannya akhir Desember 2019 di Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok. Berbagai cara pencegahan agar virus korona ke tubuh pun marak dilakukan.

Merujuk situs web organisasi kesehatan dunia (WHO), virus korona pada manusia menyebabkan infeksi pernafasan mulai dari flu biasa hingga penyakit lebih parah seperti MERS dan SARS.

Bagi mereka yang terinfeksi virus ini biasanya akan menunjukkan gejala umum seperti demam di atas 38 derajat celcius, batuk kering, sakit tenggorokan, letih, lesu, dan sesak napas.

Untuk penularan, seseorang dapat terinfeksi covid-19 melalui beberapa cara. Pertama, melalui tetesan kecil (droplet) dari hidung atau mulut saat batuk atau bersin yang jatuh pada benda di sekitarnya.

Kedua, melalui pasien, keluarga, orang yang tinggal serumah, petugas medis atau orang yang sempat berada dekat pasien. Ketiga, melalui masa inkubasi yang diperkirakan selama 1-14 hari.

Head of Division Tropical Medicine and Infectious Diseases, Department of Internal Medicine RSPAD Gatot Soebroto, Kolonel CKM Dr.dr. Soroy Lardo, Sp.PD, FINASIM menjelaskan, gejala covid-19 memang mirip fl u biasa, seperti batuk, pilek, dan demam. Namun, diduga ada suatu kondisi yang memiliki patogenitas dan viral infectivity yang tinggi terhadap tubuh. Sehingga, ada kondisi infeksi dan peradangan paruparu menjadi lebih berat.

“Kematian terjadi pada orang yang memiliki comorbid atau penyakit penyerta lain. Kedua, terjadi pada penderita usia lanjut. Ketiga, terjadi pada mereka yang memiliki penurunan daya tahan tubuh. Jika kondisi imunitas tubuh baik, akan mengurangi kerentanan terkena infeksi,” ungkap Soroy dalam acara Media Interview on Propoelix™ di HDI Hive Menteng, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Soroy mengatakan saat ini WHO menetapkan covid-19 sebagai pandemi global. Karenanya, semua pihak harus meningkatkan kewaspadaan.

Caranya, pertama, agar kita proteksi diri, sehingga tubuh memiliki imunitas baik. Misalnya dengan minum vitamin, menerapkan gaya hidup sehat, dan istirahat yang cukup.

Kedua, proteksi preventif, yaitu menjaga suatu kondisi penyebaran infeksi yang bisa kita reduksi dengan cuci tangan. “Selanjutnya, gunakan masker pada kondisi fl u dan kondisi tertentu yang kita duga akan ada transmisi penyakit,” jelas dia.

Selain itu, lanjut dia, pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran dilakukan agar stamina tubuh tetap prima dan kekebalan tubuh meningkat.

Daya Tahan Tubuh
Salah satu pencegahan paling baik dan ampuh agar tidak tertular covid-19 yakni dengan meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh kita agar tidak tertular penyakit tersebut. Kalaupun sampai tertular, mungkin gejala dan keluhannya lebih ringan, sehingga penyembuhan lebih cepat, serta mencegah tidak terjadi komplikasi penyakit.

Hal itu bisa dilakukan antara lain dengan rutin mengonsumsi HDI Propoelix™ sebagai suplemen kombinasi berbagai jenis propolis dari berbagai belahan dunia.

Suplemen ini melewati proses continuos multi-stage countercurrent extraction (CMCE) dari ekstrak propolis yang berkhasiat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, kaya anti oksidan untuk mencegah
kerusakan sel akibat radikal bebas, serta melawan proses oksidasi yang merugikan.

Keistimewaan HDI Propoelix™ ini memiliki kandungan oxygen radical absorbance capacity (ORAC) yang tinggi. Zat ini berperan menghentikan dan meminimalisasi kerusakan oleh radikal bebas. Tingkat pengukuran ORAC dari HDI Propoelix™ yakni 21.921, artinya 913 kali lebih banyak dari nilai antioksidan buah jeruk yang hanya senilai 24.

Tidak hanya itu, kandungan senyawa caffeic acid penethyl ester (CAPE) di dalam Propolis mempunyai sifat anti-infl amasi. Selain itu, diproses dengan teknologi CMCE yang mampu membuang zat tidak berguna dan mempertahankan secara optimal zat yang berguna untuk tubuh.

Bisa dikatakan, HDI Propoelix™ merupakan kombinasi berbagai jenis propolis dari berbagai belahan dunia dengan menggunakan teknologi Superblend. Setelah melewati proses CMCE, akan dihasilkan suatu ekstrak propolis yang konsisten dan efektif.

Selain itu, HDI Propoelix™ juga bersertifikat halal MUI, terdaftar di MIMS (The Monthly Index of Medical Specialities, pusat informasi obat dan suplemen untuk dokter di Asia, Australia, dan Selandia Baru), dan BPOM RI, serta dibuat di Indonesia.

Studi Klinis
Hal itu bahkan diperkuat dengan hasil studi klinis HDI terhadap produk Propoelix™ sejak 2009 silam. Di RSUP Persahabatan Jakarta misalnya, sebanyak 106 pasien (Desember 2009 – Maret 2010) telah membuktikan khasiat HDI Propoelix™ yang mampu meningkatkan trombosit dan memperpendek masa inap pasien demam berdarah.

Kedua, di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, sebanyak 63 pasien (Mei 2012 – Juli 2013), terbukti HDI Propoelix™ mampu meningkatkan trombosit dan kandungan antiinfl amasi. Propoelix™ juga terbukti dapat menurunkan kadar TNF (inflammatory marker), serta memperpendek masa inap pasien yang terkena demam berdarah.

Ketiga di RSUD Sungailiat, Bangka pada 52 pasien (Februari - Agustus 2014). HDI Propoelix™ dijadikan sebagai terapi tambahan penderita HIV/AIDS yang dapat meningkatkan kualitas hidup mereka dan 77% pasien mengalami peningkatan nilai CD4 selama satu bulan konsumsi.

Terakhir, di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, yakni sebanyak 50 pasien (Juni 2016 – Februari 2017). HDI Propoelix™ terbukti meningkatkan level CD4 secara signifikan pada pasien HIV dewasa dengan jumlah CD 4 < 400 sel/uL dengan mengonsumsi Propoelix™ selama tiga bulan. (Gan/S3-25)

BERITA TERKAIT