06 April 2020, 05:50 WIB

Wisata Berbasis Komunitas Butuh Dukungan Swasta


Media Indonesia | Nusantara

WISATA berbasis komunitas, terutama ekowisata, terus dikembangkan di Tanah Air. Sambutan datang dari dunia usaha yang membantu sejumlah desa menjadi desa wisata berbasis komunitas.

Salah satu desa yang mulai melakukannya berada di wilayah Siosar, Toba, yakni Desa Tambun Raya, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara. "Kami mendapat dukungan penuh dari dunia usaha untuk membangun lokasi wisata baru," ungkap Kepala Desa Tambun Raya, Bilher Damanik.

Di Tambun Raya, uluran dana dan program datang dari PT Japfa Comfeed Indonesia. Upaya membangun ekowisata berbasis komunitas ini akan membuka peluang bagi masyarakat di daerah perdesaan untuk terlibat secara aktif mengembangkan dan membangun destinasi pariwisata.

"Hasilnya kelak adalah peningkatan pendapatan, kesejahteraan, pendidikan, serta peningkatan sarana dan prasarana yang biasanya tidak terjangkau di daerah pinggiran yang memiliki jarak jauh dengan perkotaan," harap Bilher.

Wisata berbasis komunitas atau community based tourism (CBT) merupakan program ekowisata yang dikembangkan komunitas lokal. Program itu dikembangkan di kawasan yang bukan daerah tujuan wisata untuk meningkatkan ekonomi warga lokal. Apalagi, sudah banyak orang yang memilih kawasan wisata baru karena jenuh dengan objek wisata unggulan yang sudah dieksploitasi besar-besaran.

CBT, menurut Staf Ahli Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Josua Puji Mulia Simanjuntak, merupakan konsep pariwisata berbasis ekonomi kreatif sehingga menjadi perhatian khusus pemerintah. "Desa-desa di Indonesia memiliki banyak kekuatan kreativitas berbasis kearifan lokal. Ini harus dikembangkan menjadi CBT."

Dia menyarankan masyarakat pariwisata di daerah agar tetap dan terus menggali kreativitas dan kearifan lokal. "Bersama pemerintah, ini akan jadi karya unggulan." (JH/AP/N-2)

BERITA TERKAIT