06 April 2020, 02:55 WIB

Pembakar Hutan Resmi Jadi Tahanan KPK


Media Indonesia | Politik dan Hukum

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Legal Manager PT Duta Palma Group tahun 2014 Suheri Terta (STR), dalam dugaan korupsi alih fungsi hutan di Provinsi Riau tahun 2014.

“Setelah dilakukan serangkaian penyidikan, penyidik KPK melakukan penahanan rutan terhadap tersangka STR dalam dugaan korupsi alih fungsi hutan di Provinsi Riau Tahun 2014 pada Kementerian Kehutanan,” kata pelaksana tugas juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangan resmi, Jakarta, kemarin.

Ali menjelaskan, penahanan Suheri dilakukan untuk 20 hari ke depan terhitung sejak 5 April sampai dengan 24 April 2020 di rumah tahanan (rutan) cabang KPK kaveling C1 atau gedung KPK lama.

Ia juga menyebutkan, penandatanganan berita acara penahanan telah ditandatangani tersangka di KPK pada Jumat (3/4).

Ali menerangkan sebelumnya tersangka Suheri telah menjalani hukuman penjara selama 1 tahun di Rutan Pekanbaru.

Suheri terjerat perkara kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Pelalawan, Riau. Hukumannya berakhir pada 5 April.

“Berdasarkan informasi yang kami terima, tersangka sebelumnya sempat menjadi buron kejaksaan selama 4 tahun sejak 2015 dan berhasil dieksekusi Kejaksaan Negeri Pelalawan pada 2019,” tuturnya.

Kemudian, kata Ali, sejak Februari 2020 atas izin dari Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, penahanan Suheri dipindahkan ke rutan KPK untuk memudahkan proses penyidikan dugaan tindak pidana korupsi oleh KPK.

Pada 29 April 2019, KPK telah menetapkan Suheri bersama PT Palma Satu dan pemilik PT Darmex Group/PT Duta Palma, Surya Darmadi (SD), sebagai tersangka. Perkara ini merupakan pengembangan hasil operasi tangkap tangan (OTT) pada 25 September 2014 terkait pengajuan revisi alih fungsi lahan di Riau kepada Kementerian Kehutanan Tahun 2014.

Dalam OTT tersebut KPK mengamankan uang Rp2 miliar dan menetapkan dua tersangka yakni Annas Maamun, Gubernur Riau periode 2014-2019, dan Gulat Mendali Emas Manurung, Ketua Asosiasi Kelapa Sawit Indonesia (Apekasindo) Provinisi Riau.

Kedua orang tersebut telah dinyatakan bersalah oleh pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

Dikatakan Ali, meskipun situasi pandemi covid-19 di Indonesia saat ini terus berkembang, hal itu tidak menghalangi KPK untuk terus bekerja dengan skala prioritas.

“Di tengah-tengah keprihatinan ini, KPK juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan rasa empati dan peduli pada bangsa ini dengan tidak melakukan korupsi,” ujar Ali. (Rif/P-2)

BERITA TERKAIT