06 April 2020, 00:22 WIB

Andien Gaet Penggemar untuk Musik Video


Atalya Puspa | Hiburan

Penyanyi Andien, 35, mengeluarkan single baru Jendela Waktu di tengah pandemi covid-19 yang melanda Indonesia. Ia pun berencana mengajak penggemarnya untuk berkolaborasi dalam musik video tersebut. Konsep tersebut ia pilih mengingat imbauan physical distancing dan tinggal di rumah.

"Simply karena aku enggak mungkin syuting video klip, aku enggak mungkin mengumpulkan semua orang untuk membuat karya itu egois," kata Andien dalam press conference digital, Jumat (3/4).

Pemilik nama lengkap Andini Aisyah Haryadi tersebut mengajak pendengar untuk berbagi cerita selama menjalani masa pandemi. Dia ingin menggabungkan sejumlah perspektif tentang perpisahan saat berpisah, meski secara fisik, tetapi tidak untuk jarak emosional. "Bisa dengan orangtua, pacar, suami, anak, pekerjaan, atau kucing, anjing, siapa pun," kata Andien.

Video musik dari setiap penggemar diberi batas maksimal satu menit. Berkas dapat diunggah dalam dropbox andienaisyah.com dengan batas waktu pengiriman 10 April 2020 pukul 21.00 WIB.

Lagu Jendela Waktu akan masuk rilisan digital album Bisikan Hati (2000). Andien menuturkan, ia ingin mendedikasikan album tersebut kepada Elfa Secioria.

"Karena semua lagu dibuat Elfa Secioria, aku ingin bisa membuat sebuah lagu untuk beliau dan aku memang kepikiran nama Mas Yovie satu-satunya, karena keponakan almarhum. Jadi sedikit banyak tahu tentang abang dan apa setiap memori yang terkenang. Jadi aku merasa ini album persembahanku untuk beliau," ujarnya.

Elfa Secioria Hasbullah adalah komposer yang mengiringi Andien dalam Elfa Music School sejak belia. Elfa juga lah yang memproduseri album perdana Andien bertajuk Bisikan Hati yang dibuat pada tahun 2000. Album digital Bisikan Hati nantinya juga berisikan lagu-lagu baru yang akan dilepas beberapa bulan ke depan. "Album tahun 2000 yang didigitalisasi, karena tahun 2000 aku bikin lagu, rekam lagu masih pakai pita, jadi belum ada di digital. Karena belum ada, aku buat album ini secara re-birth dan memasukkan sebuah lagu baru," ujar Andien yang telah meluncurkan tujuh album tersebut.

Menggali diri
Andien memaknai single terbarunya sebagai lagu sedih paling rapi.  

"Dalam beberapa tahun terakhir aku sedang mencoba untuk menggali diriku lebih dalam lagi dan aku sampai kepada sebuah konklusi. Dari dulu setiap punya lagu sedih, sakit hati, patah hati selalu aku hubungkan dengan semangat," kata Andien.

Ia menambahkan, ada proses menyelami rasa sedih menjadi hal yang harus dilepaskan. "Di lagu ini aku ingin mengajak orang-orang menyelami perasaan sedihnya supaya bisa berkenalan dengan diri sendiri. Di balik rasa sedih untuk kita bisa menyelami perasaaan yang terdalam," terangnya.

Pemaknaan perpisahan dalam lagu pun tanpa disengaja selaras dengan kondisi sekarang saat covid-19 mewabah. "Ada yang merasa berpisah dari rutinitas biasanya dari pagi sampai malam, tiba-tiba enggak bisa mengerjakan hal-hal tersebut. Aku merasa Jendela Waktu related dengan kondisi kita saat ini, berpisah dari balik jendela," jelas Andien.

Melakukan rekaman lagu dalam keadaan hamil diakui Andien menjadi tantangan tersendiri baginya. "Aku harus jujur juga bahwa sebenarnya bernyanyi dalam keadaan hamil bukan sesuatu yang mudah karena basically ngomong ngos-ngosan juga," ujarnya.

Menurutnya, tantangan itu juga ia alami ketika mengandung anak pertamanya, Kawa. Saat itu Andien melakukan rekaman Belahan Jantungku dan Indahnya Dunia. (Medcom.id/H-3)

BERITA TERKAIT