05 April 2020, 23:41 WIB

Bupati dan Wali Kota di Jambi Siap Lawan Korona


Solmi | Nusantara

MELALUI sumber daya dan dana yang terbatas, seluruh bupati dan wali kota bersama masyarakatnya siap melakukan pencegahan dan penanganan dampak sosial dan ekonomi akibat pandemi virus korona.

Seperti  dikemukakan Bupati Bungo Mashuri pada rapat koordinasi jarak jauh dengan Gubernur Jambi Fahcori Umar, kemarin, selain menggencarkan pemeriksaan warga pendatang di daerah perbatasan, dia telah mengalokasikan dana cadangan tanggap darurat dari APBD tahun ini sekitar Rp.100 Miliar buat penanganan masalah korona.

"Dana cadangan kita siapkan 100 milyar, setiap saat bisa digunakan," kata Mashuri yang juga telah mendonasikan lima bulan gajinya untuk percepatan penanganan korona di Bungo.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Kerinci Adirozal, selain melakukan desinfeksi secara luas sampai ke pelosok desa, dan pemeriksaan kesehatan ketat terhadap warganya yang pulang  sebagai TKI di Malaysia, menyiapkan empat tempat karantina dan siap menggelontorkan sebagian dana APBD untuk keperluan penanganan korona.

Begitu pula Bupati Sarolangun Cek Endra. Kendati tidak ada warganya yang menjadi pasien di bawah pengawasan, untuk pengamaman sosial bagi warganya menjerit akibat dampak korona, memberikan bantuan kepada setiap warga paling terdampak berupa 20 kilogram beras setiap bulan.

Senada dengannya, Bupati Kabupaten Tanjungjabung Barat, walaupun tidak masuk zona merah, menyuruh warganya yang tidak punya beras datang ke posko penanagnan korona terdekat mengambilnya. Selain itu, Syafrial sudah memerintahkan pemotongan biaya perjalanan dinas dan realokasi anggaran proyek tidak penting di semua OPD untuk dihimpun menjadi dana tanggap darurat penangan korona.

Masyarakat yang tidak ada beras silakan telepon atau hubungi posko terdekat,’’ katanya.

Sementara itu, Wakil Walikota Jambi Maulana, kepada gubernur melaporkan, untuk memperkecil risiko penularan virus korona,  Pemerintah Kota bersama jajaran kepolisian melakukan pembatasan sosial dengan memberlakukan jam malam.

Selain itu, kata Maulana untuk pelayanan kesehatan warga telah menyediakan 19 ruang isolasi di beberapa rumah sakit, dan meningkatkan koordinasi dengan seluruh puskesmas untuk meningkatkan kesiagaan terhadap ancaman korona. (OL-2)

BERITA TERKAIT