05 April 2020, 14:33 WIB

Dilema Para ‘Phim’ dan Ancaman Terinfeksi Virus Korona di Bangkok


Deri Dahuri | Internasional

PENERAPAN lockdown untuk menekan penyebaran pandemi virus korona atau Covid-19 di Kota Bangkok, Thailand, berimbas pada pusat hiburan. Para pekerja seks atau ‘Phim’ yang biasa tampil dalam ruangan harus mencari pelanggan keluar menyusuri kota .

Dengan ditutupnya tempat hiburan oleh pemerintah setempat, para pekerja seks berburu pelanggan ke jalan-jalan sepi di pusat Kota Bangkok. Kendati diselimuti kekhawatiran terpapar Covid-19, mereka nekat mencari pelanggan demi uang buat membayar biaya sewa tempat tinggal mereka.

Thailand yang dikenal wisata seksnya pun berubah total sepi akibat pandemi Covid-19. Distrik ‘lampu merah’ yang memanjang dari Bangkok hingga wilayah Pattaya berubah sepi. Padahal distrik yang dikenal sebagai distrik ‘lampu merah’ selalu ramai pengunjung dan telah lama menjadi salah satu destinasi wisata seks.

Saking ramainya siang malam,  distrik-distrik yang dipenuhi klub-klub malam dan panti pijat  itu dijuluki ‘distrik yang tak pernah tidur’. Namun sejak lockdown diterapkan demi mencegah pendemi Covid-19, para turis mancanegara maupun domestik tak lagi bisa masuk ke Bangkok dan Pattaya. Kini suasana berubah total menjadi senyap.     

Baca juga : Modi Minta Warga India Usir Covid-19 dengan Cahaya       

Pandemi  Covid-19 telah membuat 300 ribu pekerja seks kehilangan pekerjaan. Namun dengan tuntutan hidup yang mendesak, mereka tetap berusaha mencari pelanggan walaupun rentan terinfeksi virus korona yang berasal dari Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok tersebut. Mereka juga bisa menjadi carrier Covid-19 yang berpotensi menularkan ke orang lain.  

"Saya takut virus tetapi saya perlu mencari pelanggan sehingga saya bisa membayar kamar dan makanan saya," kata seorang Phim atau seorang pekerja seks transgender berusia 32 tahun. Kepada AFP, pekerja seks yang bekerja di wilayah Bangkok mengatakan bar dan rumah bordil yang selalu menyala saat kini sudah gelap.

Sejak Jumat (3/40 , pemerintah Thailand juga menerapkan jama malam dari pukul 10.00 malam hingga pukul 04.00 pagi. Sementara itu, sejak beberapa hari sebelumnya bar dan restoran tidak lagi beroperasi.

Namun sebagian pekerja seks di Bangkok masih pekerjaan di bar-bar yang masih buka dan kendati jam operasional lebih singkat. Biasanya mereka dapat tips dari pelanggan atau diajak pulang bareng oleh pelanggannya.

Namun bagi pekerja seks yang tempat kerja mereka tutup terpaksa harus kembali ke tempat tinggal sewannya. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan membayar sewa kontrakannya, mereka tetap berkeliaran di jalanan mencari pelanggan dengan risiko terinfeksi virus korona.

 Kini pemerintah ‘Negeri Gajah Putih’ menerapkan jam malam selama 24 jam untuk mencegah penyebaran Covid-19. Di negara yang menjadi anggota ASEAN, tercatat lebih dari 2.000 orang positif Covid-19 dan sebanyak 20 orang dilaporkan meninggal dunia akibat Covid-19. (AFP/OL-09)

BERITA TERKAIT