05 April 2020, 13:54 WIB

Jelang Ramadhan dan Idul Fitri, Stok Bawang Merah Dipastikan Aman


Despian Nurhidayat | Ekonomi

JELANG Ramadhan dan Idul Fitri, ketersediaan stok pangan termasuk bawang merah menjadi perhatian utama pemerintah. Tantangan ketersediaan pangan saat ini semakin kompleks kala virus korona (covid-19) menyebar ke lebih 200 negara di dunia termasuk Indonesia.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, dalam berbagai kesempatan mengungkapkan bahwa sektor pertanian adalah satu-satunya sektor yang mampu bertahan dalam kondisi apapun. Hal tersebut dibuktikan dengan kemampuan produksi petani bawang merah di berbagai daerah yang hasilnya diprediksi mampu mencukupi kebutuhan nasional bahkan surplus.

Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto, mengatakan jelang Ramadhan ini, ketersediaan bawang merah dipastikan aman, meski di waktu bersamaan Indonesia tengah mengalami pandemi covid-19.

"Berdasarkan data monitoring Early Warning System (EWS) yang dirilis Dirjen Hortikultura Kementan, produksi bawang merah pada April 2020 diperkirakan menyentuh angka 135.755 ton, sementara kebutuhannya diprediksi 114.710 ton sehingga masih ada surplus 21.045 ton," ungkap Prihasto dilansir dari keterangan resmi, Minggu (5/4).

Begitupun pada Mei, produksi diperkirakan mencapai 120.373 ton, sementara kebutuhan berada di angka 119.080 sehingga masih ada surplus 1.293 ton. Selain itu, dia juga memastikan bahwa ketersediaan bawang merah pada Maret hingga April juga dipastikan aman.

Prahisto mengatakan hampir seluruh sentra produksi bawang marah di Indonesia akan terus berproduksi. Apabila hasil produksi masing-masing sentra dirinci, untuk wilayah Brebes saja produksinya bisa mencapai 69.749 ton, Enrekang 28.272 ton, dan Bima 20.921 ton.

“Begitupun daerah sentra lainnya seperti Garut angka produksinya bisa mencapai 12.127 ton, Pati 10.665 ton, Probolinggo 9.488 ton, Demak 8.742 ton, Cirebon 8.092 ton, Nganjuk 5.765 ton, Malang 5.159 ton, Grobogan 4.963 ton dan Temanggung 4.172 ton,” jelas Prahisto.

Menurutnya, apabila terjadi kelangkaan pasokan di Jabodetabek, sentra-sentra tersebut akan digerakkan untuk meningkatkan suplai ke pasar induk se-Jabodetabek. Terkait pendistribusian, ia mengaku telah menggandeng beberapa start-up bidang pertanian seperti Sayur Box, Tani Hub, dan Kedai Sayur untuk membantu memasarkan hasil panen petani hingga ke konsumen.

“Ini untuk memudahkan petani menjual produknya dan memudahkan konsumsen memperoleh keburuhan pangan, jadi masyarakat bisa belanja walau tetap di rumah,” ujarnya.

Sebagai salah satu komoditas hortikultura yang sangat srategis, ketersediaan bawang merah yang terbilang aman juga diungkapkan oleh salah satu petani milenial sekaligus pelaku usaha bawang merah asal Bandung, Ujang Margana. Ia mengatakan situasi produksi dan distribusi bawang merah saat ini dalam kondisi yang aman.

“Gak usah kuatir, pasokan bawang merah saat ini cukup besar, karena akhir bulan ini hingga awal April banyak daerah penghasil bawang merah memasuki masa panen. Distribusinya juga dijamin tetap lancar meskipun ada zona merah pandemi korona,” pungkas Ujang. (E-3)

BERITA TERKAIT