06 April 2020, 08:00 WIB

Kolaborasi Ciptakan Kegiatan Belajar Mengajar di Rumah


mediaindonesia.com | Humaniora

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) meluncurkan portal Guru Berbagi. Laman ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para guru untuk saling berbagi ilmu dan pengetahuan, terutama dalam rangka menciptakan kegiatan belajar mengajar (KBM) dari rumah yang menyenangkan bagi siswa di tengah antisipasi penyebaran virus korona (Covid-19).

“Portal ini bertujuan untuk mendukung proses pembelajaran jarak jauh yang dilakukan saat ini. Pembelajaran jarak jauh berbeda dengan tatap muka dan sebenarnya masih banyak guru yang belum terbiasa menggunakan teknologi dalam proses pembelajaran,” ungkap Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Supriano dalam bincang sore Kemendikbud, Selasa (31/3).

Melalui laman https://guruberbagi.kemdikbud.go.id, Supriano mengajak para guru, praktisi, hingga lembaga pendidikan untuk berpartisipasi membagikan model pembelajaran atau rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) jarak jauh yang selama ini telah dilakukan.

Supriano berharap, ke depannya akan semakin banyak model pembelajaran berbasis teknologi yang dibagikan di halaman tersebut, sehingga semakin banyak pula guru yang mendapatkan ilmu atau contoh baru.

“Kita yakin guru kita sangat kreatif dan punya inovasi. Kalau ini dikumpulan bisa jadi kekuatan bagi guru-guru yang belum memiliki model sehingga mereka bisa membuka laman ini untuk melihat proses pembelajaran yang menyenangkan dengan menggunakan teknologi,” ujarnya.

Direktur GTK Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikbud, Praptono, mengungkapkan, selama 14 hari pelaksanaan KBM secara daring dalam rangka antisipasi penyebaran Covid-19, ada beberapa masalah yang dihadapi oleh para guru. 

Dia mengatakan, masalah ini muncul karena tidak semua guru memahami cara merancang konten pembelajaran secara daring yang menarik dan menyenangkan bagi siswa. Sejauh ini, ada tiga keluhan utama yang muncul dari para guru.

“Pertama, bagaimana guru bisa merancang sebuah proses program pembelajaran yang baik. Kedua, kalau rancangan sudah ada maka aspek materi atau kontennya seperti apa, dan ternyata memang guru itu tidak cukup dengan rancangan dan konten tapi masih kita dapati guru kita membutuhkanbest practice,” kata Praptono.

Oleh sebab itu, Praptono berharap kehadiran portal Guru Berbagi dapat menjadi solusi bagi para guru yang membutuhkan ide atau masukan dalam merancang RPP jarak jauh yang menyenangkan bagi murid.

Staf Khusus Mendikbud Bidang Pembelajaran, Iwan Syahril, menambahkan, portal Guru Berbagi merupakan gerakan gotong royong pendidikan di tengah keterbatasan akibat Covid-19 dengan mengajak guru saling berkolaborasi dan saling membantu dalam pelaksanaan pendidikan jarak jauh. 

Di portal ini, guru bisa memberi dan mendapat ide, sehingga akan terjadi interaksi guna menciptakan proses pembelajaran yang lebih bermakna bari siswa.

“Laman ini dihadirkan untuk ruang berbagi ide dan praktik-praktik baik dalam pembelajaran. Kita mengharapkan ada semangat dan energi positif untuk berbagi dan menghasilkan pembelajaran inovatif,” ujarnya.

Kemendikbud, kata Iwan, telah bekerja sama dengan banyak pihak untuk memberikan ruang bagi guru dan siswa agar dapat mengakses platform pembelajaran daring secara gratis. Selain melalui platform pembelajaran daring, pembelajaran dapat dilakukan menggunakan media sosial dengan menggunakan aplikasi pesan.

“Namun ada juga pembelajaran jarak jauh yang tidak menggunakan kuota, yang mana materi pembelajaran dikirimkan ke rumah siswa dan siswa bisa mempelajarinya di rumah,” terang Iwan.

Sebagai informasi, sejak diluncurkan, sudah ada puluhan RPP yang diunggah para tenaga pendidikan profesional dan telah berhasil menerapkan proses pembelajaran jarak jauh. Adapun kriteria model pembelajaran atau RPP yang dapat diunggah di laman Guru Berbagi antara lain, tidak bertentangan dengan ideologi Pancasila, mengisi data lengkap terlebih dahulu, dan ukuran file maksimal 2 megabite dengan format PDF.

“Disarankan ada 1 sampai 3 asesmen formatif, ada informasi dua arah, mencantumkan sumber, pembelajaran spesifik dan jelas, tidak hanya satu strategi, tidak memuat unsur sara dan intoleransi, bukan plagiat, boleh memasukan foto murid dengan syarat sudah meminta izin yang bersangkutan. Jadi ada statement yang di klik bahwa dia bertanggung jawab dengan konten yang dia kirimkan. Kemendikbud bisa menurunkan RPP yang tidak sesuai ketentuan. Jadi ada admin yang mengecek, ketika menemukan (RPP tidak sesuai ketentuan), tanpa izin bisa menyetop atau menghilangkan RPP tersebut,” jelas Praptono.

Pada kesempatan yang sama, Guru SMK PGRI 1 Kediri, Devy Mariyatul, berpendapat, dalam menciptakan kegiatan belajar yang menyenangkan dan bermanfaat, memang dibutuhkan kerja sama dari para guru untuk saling menyatukan pengetahuan yang dimiliki.

“Guru Berbagi ini sangat positif di mana guru bisa belajar, bisa berbagi dengan lainya, karena bagi saya guru harus belajar bersama. Sekarang bukann hanya teori yang dibutuhkan di dalam kelas, tapi juga praktik baik dari teman guru lainnya yang bisa kita sadur, bisa mempertemukan energi kita untuk belajar bersama,” ujarnya.

Dihubungi dalam kesempatan terpisah, Guru Rhema Encara School Bogor, Jessica Hena, mengaku, pada awalnya kesulitan menjalani pembelajaran daring dari rumah karena orang tua murid kurang menguasai teknologi. Namun, setelah berjalan beberapa hari, baik murid maupun orang tua sudah mampu memanfaatkan aplikasi pembelajaran daring.

Jessica mengungkapkan, selama KBM dari rumah, dia tidak hanya fokus pada penyampaian materi di dalam buku tetapi lebih holistik. Terkadang dia menyisipkan materi ke dalam game atau permainan dan praktik seperti membuat minuman tradisional dan brosur yang terkait dengan Covid-19 sehingga siswa tidak merasa jenuh.

Dia pun mengaku telah membagikan metode pembelajaran yang diaplikasikannya ke sosial media agar dapat dicontoh guru-guru lain. Ke depan, Jessica berencana akan membagikan metode ini melalui portal Guru Berbagi.

“Pembelajaran di rumah itu harus yang bisa dikerjakan orang tua, yang bisa dipahami mereka, karena mereka bukan guru. Jadi jangan terlalu sulit banget (memberi tugas). Karena sekarang tidak dikejar deadline, saya bilang sama guru-guru lain untuk diperpanjang saja proses pembelajarannya. Jadi yang biasanya pelajaran buat sehari, dibagi menjadi dua kali (KBM),” terangnya. (Aiw/S2-25)

BERITA TERKAIT