05 April 2020, 06:35 WIB

Delapan Sudut Kreasi dalam Selembar Hijab Katonvie


(Try/M-1) | Weekend

HIJAB scarf segi empat banyak dikenakan wanita muslim karena selain ringkas, juga bisa dikreasikan bentuknya untuk mempercantik tampilan. Tidak mengherankan jika bilangan koleksi terus-menerus bertambah karena biasanya hanya satu sisi yang terpakai.

Hal itu menginspirasi Katonvie (dibaca: ka.ton.vi) untuk menhadirkan scarf yang dapat dikenakan bolak-balik. Pada desainnya, mereka menggunakan teknologi cetak saring pada dua sisi bahan. Sehingga motif sama yang secara presisi berada di bagian baliknya, dengan pilihan warna berbeda.

Jika selembar hijab biasa hanya bisa dimanfaatkan untuk empat sudut, hijab Katonvie bisa dimanfaatkan untuk delapan sudut. Tepian hijab dikelim dengan teknologi khusus, menghasilkan tepian yang rapi untuk di kedua sisinya sehingga tidak ada sisi depan ataupun sisi belakang.

"Kami menamai scarf hijab Katonvie sebagai kerudung 'Story You Can Wear' karena tiap lembar produksi selendang mengandung filosofi dari motif kain daerah yang kami angkat," ujar CEO sekaligus Founder Katonvie, Anthony Lim, melalui rilis yang diterima Selasa (31/3).

Untuk memperkaya ragam dan penampilan scarf hijab, sejak 2020 mereka menjalin kolaborasi dengan desainer mode Itang Yunasz.

Anthony percaya, sebagai produsen dengan pionir cetak duplex, desain yang khas, teknologi yang mumpuni, dan seni yang berselera tinggi, kolaborasi Katonvie dan Itang Yunasz akan dapat membawa nama Indonesia ke kancah internasional.

Motif yang dikeluarkan scarf hijab kolaborasi Katonvie dengan Itang Yunasz mengadopsi corak dan motif kain-kain Indonesia dari Aceh hingga Papua, yang diangkat dengan modern dan glamor.

Hadir dalam delapan motif koleksi, kolaborasi Katonvie dengan Itang Yunasz ini bertajuk Selaksa Sarimbit Nusa, yang mengangkat cerita Nusantara dalam balutan hijab.

"Keunikan dan tawaran baru Katonvie dalam memperkaya penampilan berjilbab justru dengan memangkas jumlah lembar scarf hijab. Sedikit banyak, kami sudah ikut menerapkan sustainable fashion," terang Itang.

Hijab Katonvie menggunakan viscose, bahan berkualitas prima yang tebal tapi nyaman dan adem saat dipakai.

Dari delapan koleksi yang diperkenalkan, empat corak dan warna yang diciptakan terinspirasi dari motif dengan warna pekat dan glamor gaya Sumatra seperti merah, biru, cokelat, dan hijau. Adapun motifnya antara lain songket pucuak rabung Minangkabau dan nampan perak bertabur bintang Palembang.

Empat lainnya terilhami tanah Jawa. Motif bunga, corak batik kawung, dan megamendung yang lembut dalam warna pucat seperti seladon chinese, hijau muda, tobacco, dan merah muda.

Sampai saat ini, pemasaran yang dilakukan Katonvie melalui Instagram @Katonvie menggunakan sejumlah key opinion leader (KOL) para influencer terkait. (Try/M-1)

 

BERITA TERKAIT