05 April 2020, 08:37 WIB

Hujan Deras, Tana Toraja Dilanda Longsor dan Banjir


Lina Herlina | Nusantara

HUJAN deras yang mengguyur Wilayah Kamali Pentalluan, Makale, Kabupaten Tanah Toraja, Sulawesi Selatan, menyebabkan tanah labil sehingga terjadi longsor dan menutup ruas jalan.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tana Toraja Alfian Andi Lolo, Minggu (5/4), material longsor juga menutup aliran air, sehingga air meluap dan menyapu empat rumah milik warga.

Empat rumah itu milik Doda Sumbung, Sri, Roy dan Elin.

"Kerusakan paling berat terjadi pada rumah Doda Sumbung yang gerus aliran air. Aliran air juga merendam perabot rumah tangga. Beruntung tidak ada korban jiwa," ungkap Alfian.

Baca juga: Sebar Hoaks Covid-19, Seorang Pria Ditangkap di Puncak Jaya

Selain itu, banjir yang terjadi, juga diakibatkan air di Sungai Rantepao dan Sungai Palau meluap, akibat hujan yang terus terjadi di hulu hingga pukul 21.30 Wita, Sabtu (4/4), menyebabkan tinggi muka air menjadi 3,48 meter.

"Banjirnya sudah surut. Semalam itu hujan terus di hulu dan sempat mengakibatkan elevasi air naik selama sejam di Makale, juga meluas. Tapi hanya satu jam lamanya, setelah hujan di hulu juga redah," ungkap Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ) Rini Harun.

Alfian pun menjelaskan, tim reaksi cepat BPBD Tana Toraja, sudah berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan mendata semua kerusakan yang dialami warga.

"Tim reaksi cepat BPBD juga telah membersihkan sisa material longsir, mengevakuasi bagian rumah yang rusak serta terendam," tutup Alfian. (OL-1)

BERITA TERKAIT