05 April 2020, 06:15 WIB

Ragam Sajian Nusantara dan Fusion di Signatures Restaurant


Galih Agus Saputra | Weekend

SETELAH menjalani renovasi, Signatures Restaurant di Hotel Indonesia (HI) Kempinski Jakarta dibuka kembali belum lama ini. Bukan hanya lewat desain interiornya, melainkan juga restoran ini menyuguhkan sederet sajian yang sangat menarik.

Chef Hotel Indonesia Kempinski, Prasetyo Widodo, menuturkan bahwa ia menyajikan lagi hidangan-hidangan legendaris dan juga hidangan fusion (campuran) yang unik. Beberapa hidangan legendaris itu diambil dari menu awal berdirinya Hotel Indonesia pada 1962, di antaranya ialah bubur ayam HI, selat solo, nasi gandul, serta lamian yang lengkap dengan kaldu ayam dan berbagai varian taburan (topping). Sementara itu, salah satu sajian fusion yang jadi andalan ialah piza sambal matah. Media Indonesia pun mencoba beberapa hidangan tersebut pada Rabu (11/3).

Nasi gandul yang merupakan hidangan khas Pati, Jawa Tengah, disajikan dengan topping sangat lengkap, yakni paru, lidah, kikil, limpa, otak, babat, hingga usus sapi. Sajian itu makin nikmat karena bertemu dengan kaldu yang kental. "Dimasak kurang lebih selama satu jam dengan sentuhan akhir, yang disajikan bersama tempe goreng dan sambal," tutur chef Widodo.

Setelah itu ada piza sambal matah yang dikatakan terinspirasi dari masakan khas Sulawesi dan Italia. Bukan hanya sambal matahnya, melainkan juga daya tarik piza itu berkat ikan cakalang yang berlimpah.

"Nasi gandul maupun piza sambal matah ikan cakalang selalu tersedia kapan saja. Pengunjung juga dapat memesan taburan (topping) sesuai keinginan mereka," tambah Widodo.

Puas menikmati makanan, saatnya menyegarkan kerongkongan dengan beragam kreasi minuman yang ada di sana. Mojito kawista ialah salah satu yang pantas dicoba. Minuman ini menggunakan buah langka Indonesia, kawista, yang masih bisa ditemui Kudus, Jawa Tengah. Meski masih kerabat jeruk, buah ini memiliki cita rasa yang mirip pepaya.

Widodo menjelaskan, mereka menggunakan sirup buah kawista. Sirup ini merupakan produk langsung dari petani. "Karena dari petani sana biasanya juga langsung dijadikan sirup ketika panen, supaya awet, karena sangat jarang," jelasnya.

Mengenai pengoperasian restoran di kondisi pandemi ini, Director of Revenue HI Kempinski, Rahma Sofia, menjelaskan tetap berjalan seperti biasa. Namun, untuk menjaga keamanan dan dalam upaya mencegah penularan wabah covid-19, di depan area hotel dan mal dilakukan pengecekan suhu tubuh, serta disediakan cairan pembersih tangan di berbagai titik.

Marketing Communications Coordinator Hotel Indonesia Kempinski, Richo Prafitra, menjelaskan bahwa seluruh hidangan tersebut disajikan dalam bentuk prasmanan (bufet). Pengunjung dapat menikmati semuanya (all you can eat) dengan harga Rp415 ribu di hari kerja atau Rp558 ribu di akhir pekan. Hotel Indonesia Kempinski juga menyediakan bufet sarapan dengan harga Rp258 ribu. (Gas/M-1)

BERITA TERKAIT