05 April 2020, 08:20 WIB

Daerah Minta Tunda Mudik


Cah/FB/HT/Ant/X-7 | Nusantara

SEJUMLAH kepala daerah mengimbau warga mereka yang berada di perantauan untuk tidak mudik dulu menjelang Ramadan dan Lebaran 2020 guna mencegah penyebaran covid-19 (virus korona).

Larangan mudik itu disampaikan Pemerintah Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Sementara itu, kebijakan Pemprov Jawa Tengah memerintahkan seluruh kepala desa menyiapkan tempat isolasi khusus untuk menampung para pemudik.

Bupati Flotim, Anton Hadjon, mengatakan pihaknya sejak awal sudah berulang kali mengimbau warga perantau untuk tahan diri dan jangan dulu kembali ke Flotim.

“Jika mencintai saudara-saudaramu di sini (Flotim), tetaplah ditempatmu, jangan dulu liburan ataupun mudik saat ini. Saya harap perngertian kita semua untuk saling menjaga agar dapat mencegah penyebaran virus korona di wilayah ini,” tegasnya kemarin.

Anton mengatakan banyak warga perantau dari Malaysia yang sudah melakukan eksodus dan hendak kembali ke Flotim. Sejak Malaysia melakukan lockdown, ternyata cukup banyak warga asal Flotim yang masih tertahan di luar sana.

Imbauan serupa juga ditujukan kepada perantau asal Provinsi Babel. Hal itu dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona di kampung halaman.

“Larangan ini masih bersifat imbauan, saat ini kita masih menunggu instruksi dari Kementerian Dalam Negeri terkait larangan mudik Lebaran tahun ini,” kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Babel, KA Tajuddin, di Pangkalpinang.

Terpisah, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengatakan, nantinya, setiap perantau yang pulang kampung wajib diisolasi di tempat khusus itu selama 14 hari.

Meski baru Jumat (3/4) malam diperintahkan, sejumlah desa langsung melaksanakan perintah gubernur, di antaranya Desa Ngrapah, Kecamatan Banyubiru dan Desa Bejalen, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Di Desa Ngrapah, warga memanfaatkan gedung olahraga sebagai tempat isolasi. Sementara di Desa Bejalen, disiapkan balai desa.

Sementara itu, Pendiri Lembaga Survei Indonesia Denny Januar Ali menilai pelarangan masyarakat bepergian ke luar kota, termasuk mudik sebuah keharusan. Bila tidak dilakukan, menurutnya, Indonesia berpotensi menjadi negara terbanyak jumlah pasien terinfeksi covid-19.

“Jika Jokowi tak melarang dengan keras mudik Lebaran, besar kemungkinan Indonesia segera melejit masuk ke lima besar negara yang paling terpapar covid-19,” katanya dalam keterangan resmi. (Cah/FB/HT/Ant/X-7)

BERITA TERKAIT