05 April 2020, 08:05 WIB

Tiongkok Mengenang Korban dan Martir Covid-19


AFP/Hym/I-1 | Internasional

MASYARAKAT dan pejabat pemerintah di Tiongkok, Sabtu (4/4), tertunduk dalam diam meratapi pasien dan staf medis yang meninggal oleh virus korona baru (covid-19) ketika negara terpadat di dunia itu mengheningkan cipta tiga menit secara nasional. Pada pukul 10.00, warga menghentikan aktivitas, sementara mobil, kereta, dan kapal membunyikan klakson mengenang lebih dari 3.000 jiwa yang meninggal.

Di Wuhan--kota tempat virus pertama kali muncul akhir tahun lalu--sirene dan klakson terdengar ketika orang-orang tertunduk diam di jalanan. Staf di Rumah Sakit Tongji berdiri di luar dengan kepala tertunduk ke arah gedung utama, beberapa mengenakan baju pelindung hazmat yang telah menjadi simbol krisis di seluruh dunia.

“Saya merasa sangat sedih mengenang rekan kerja dan pasien kami yang meninggal,” ujar Xu, seorang perawat di Tongji yang bekerja di garis depan merawat pasien covid-19 kepada AFP sambil menahan air mata. “Saya harap mereka bisa beristirahat dengan baik di surga.”

Media pemerintah menunjukkan Presiden Xi Jinping dan pejabat pemerintah lainnya berdiri di luar kompleks pemerintah Beijing. Di Lapangan Tiananmen di ibu kota, bendera nasional berkibar setengah tiang, dikelilingi oleh personel keamanan yang lebih besar dari biasanya. Pejalan kaki di salah satu distrik perbelanjaan tersibuk di kota berhenti berjalan dan menundukkan kepala dalam upacara penghormatan yang sunyi, sementara polisi yang berpatroli berdiri di sisi jalan dengan perisai antihuru-hara dan menundukkan kepala.

“Selama proses ini, banyak orang, termasuk pekerja medis, telah memberikan kontribusi luar biasa. Mereka semua ialah pahlawan,” kata seorang pengunjung, Wang Yongna, kepada AFP. “Sebagai warga negara biasa, kita harus mengingat hari ini.”

Para pengunjung taman juga menghentikan kegiatan mereka, beberapa memegang raket bulu tangkis, dan yang lain tertunduk dalam posisi tangan berdoa. Kereta di jaringan kereta bawah tanah Beijing juga berhenti dan AFP melihat penumpang, termasuk anak-anak, berdiri dalam diam selama tiga menit sebagai tanda penghormatan. (AFP/Hym/I-1)

BERITA TERKAIT