05 April 2020, 08:45 WIB

Trump: Akan Ada Banyak Kematian di AS Minggu Depan


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta warga 'Negeri Paman Sam' itu bersiap menghadapi lonjakan besar dalam kematian akibat kasus virus korona baru (Covid-19) dalam beberapa hari mendatang, Negara itu bersiap menghadapi apa yang disebutnya pandemi dua minggu terberat.

"Akan ada banyak kematian," kata Trump saat briefing dengan wartawan.

Dia menampik kritik bahwa pemerintah federal belum melakukan tindakan cukup untuk mendapatkan ventilator, mengatakan beberapa gubernur meminta lebih banyak alat itu daripada yang mereka butuhkan.

"Kekhawatiran kekurangan telah menyebabkan permintaan meningkat," kata Trump tentang pengajuan yang telah diterima pemerintahnya untuk membagikan peralatan itu dari cadangan strategis nasional.

Baca juga: Disarankan Pakai Masker, Trump Ngotot tak Mau Pakai

AS memiliki jumlah kasus Covid-19 tertinggi di dunia. Lebih dari 306 ribu orang dinyatakan positif di ‘Negeri Paman Sam’ itu dan lebih dari 8.300 orang meninggal.

Pakar medis Gedung Putih memperkirakan antara 100 ribu hingga 240 ribu orang AS bisa terbunuh dalam pandemi ini, bahkan jika perintah untuk tinggal di rumah ditaati.

"Kita akan menghadapi masa yang dapat menjadi sangat buruk," kata Trump di Gedung Putih. "Kita mungkin belum pernah melihat angka seperti ini. Mungkin selama perang, selama Perang Dunia Pertama atau Kedua atau semacamnya."

Pada hari yang paling menyedihkan bagi negara bagian AS yang paling parah dihantam oleh pandemi, Covid-19 menewaskan 630 orang dalam 24 jam terakhir di New York, kata Gubernur Andrew Cuomo, Sabtu (4/4).

Penyakit itu kini telah menewaskan 3.565 orang di New York dan situasinya sangat mengkhawatirkan di Long Island, sebelah timur Kota New York, yang oleh Cuomo disebut menyebar seperti kebakaran. (CNA/OL-1)

BERITA TERKAIT