04 April 2020, 23:39 WIB

Dukung PSBB, Wakil Ketua MPR Harap Bisa Tekan Penularan Covid-19


Putra Ananda | Politik dan Hukum

WAKIL Ketua MPR dari Fraksi Partai NasDem Letari Moerdijat meminta pemerintah untuk memastikan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berjalan efektif di setiap daerah.

Ia Menilai PSBB sebagai salah satu langkah paling baik untuk meredam sebaran covid-19 atau virus korona.

"Segera laksanakan program PSBB ataupun program lain yang telah disiapkan daam rangka pencegahan sebaran covid-19," tutur wanita yang akrab disapa dengan Rerie ini di Jakarta, Sabtu (4/4).

Untuk memastikan PSBB berjalan dengan efektif, Rerie mendorong pemerintah pusat untuk meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah (pemda).

Disamping itu, perlu ada penegakan aturan dengan tegas dan terukur yang dilakukan oleh aparat daerah untuk memastikan PSBB berjalan di masyarakat.

Baca juga : Cerita Pasien Sembuh dari Covid-19, Berkat Dukungan dan Niat Kuat

"Koordinasi yang baik dalam menghambat penyebaran covid-19 bisa menjadi jawaban untuk menekan jumlah suspect," tuturnya.

Selain itu, dengan koordinasi yang baik antara pusat dan daerah, Rerie berharap tidak ada lagi perbedaan data pasien Covid-19 yang terjadi di daerah dan pusat.

Ia meminta pemerintah melakukan langkah koreksi dan revisi terhadap metode pengumpulan data terkait jumlah PDP (pasien dalam pengawasan), ODP (orang dalam pemantauan), serta korban meninggal.

"Sehingga pemerintah memiliki angka presisi serta gambaran konkret mengenai penyebaran virus. Langkah ini dibutuhkan untuk pengambilan keputusan lanjutan serta proyeksi ke depan," paparnya.

Selain itu, Rerie menambahkanm pemerintah juga perlu mempersiapkan ruang anggaran untuk mengatasi wabah covid-19. Ruang anggaran tersebut diperlukan untuk memperhitungkan stimulus-stimulus yang dibutuhkan untuk mengantisipasi perlambatan ekonomi di dalam negeri.

"Meminta pemerintah untuk segera mendistribusikan anggaran yang telah diperhitungkan tersebut dan memastikan penggunaan anggaran sesuai dengan pos prioritas," ujarnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT