04 April 2020, 12:45 WIB

Ketua Panlih Sebut Pemilihan Wagub DKI tak Perlu Izin Polisi


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

KETUA panitia pemilihan (panlih) wakil gubernur DKI Jakarta, Farazandi Fidinansyah, menegaskan dalam penyelenggaraan rapat paripurna pemilihan DKI 2 tidak perlu mengantongi izin polisi.

"Intinya itu tidak ada perizinan, karena kami bekerja di kantor (DPRD). Ini tugas kerja kita. Kami kan sudah audiensi ke Kapolda. Kami tidak menyelenggarakan di luar (kantor)," terang Farazandi di Jakarta, Sabtu (4/4).

Baca juga: Paparan Visi dan Misi Cawagub ala Disertasi

Pemilihan wagub tersebut bisa diartikan tidak melanggar maklumat Kapolri Jenderal Idham Azis. Aturan itu melarang penyelenggaraan acara yang melibatkan banyak orang untuk mencegah penyebaran virus korona (Covid-19).

"Tapi memang ada protokol yang harus diikuti, sekalipun di DPR RI yang melaksanakan paripurna itu tidak ada yang dibubarkan," kata Anggota DPRD dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Pelaksanaan pemilihan wagub, ungkapnya, bakal menerapkan protokol pencegahan Covid-19 seperti peserta yang hadir bakal di cek suhunya lewat thermal gun, ruangan disterilkan dengan penyemprotan disinfektan dan pembatasan jarak meja diruangan paripurna.

Namun, Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Mohammad Arifin berkata lain. Ia menyebut bahwa rapat paripurna pemilihan wagub beda dengan rapat paripurna lainnya, yang bakal menguras waktu dan tenaga anggota dewan.

"Bisa jadi ada perdebatan, interupsi. Sulit memprediksi kelarnya kapan. Jadi harus diantisipasi, bukan paripurna biasa ini, ini paripurna luarbiasa. Harus ada izin dari Kapolda," ujar Arifin kepada Media Indonesia.

Pihaknya meminta agar agenda tersebut diundur karena massa tanggap darurat Covid-19 di Jakarta masih berlangsung hingga 19 April mendatang.

"Agenda ini kan mengumpulkan orang banyak, sangat berisiko. Kalau kata Ketua Dewan masih menunggu izin dari Polda. Kalau dari PKS tetap menghormati edaran pak gububernur soal perpanjangan tanggap darurat korona. Ditunda dulu harusnya pemilihan itu," pungkas Arifin. (OL-6)

BERITA TERKAIT