04 April 2020, 19:22 WIB

Hasil Rapid Test, 3 Pegawai dan 1 OB di DPR Positif Covid-19


Putra Ananda | Politik dan Hukum

KESEKRETARIATAN Jendral (Setjen) DPR RI langsung menerapkan tes korona dengan metode rapid test pasca ada pegawainya yang bertugas di Fraksi Partai NasDem meninggal dunia karena positif korona. Dari 10 orang pegawai yang menjalani rapid test, 3 orang diantaranya ditemukan positif korona sehingga mereka langsung diinstruksikan untuk menajalani isolasi mandiri di rumah.

"Dari tes permulaan dengan rapid test memang ada seperti dua garis merah muncul, jadi kita minta yang bersangkutan isolasi di rumah supaya clear karena itu belum bisa simpulkan bahwa itu Covid-19, bisa jadi alat itu mengidentifikasi infeksi lain, bekas DBD atau apa," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR, Indra Iskandar, saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (4/4).

Baca juga: Niat Menkumham Bebaskan Koruptor Bakal Menjauhkan Efek Jera

Selain 3 orang pegawai yang bertugas di Fraksi NasDem, satu orang yang bekerja sebagai office boy di lantai 4 gedung Nusantara 3 DPR yang menjadi ruang pimpinan juga dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani rapid test. DPR juga meminta office boy tersebut untuk melakukan isolasi mandiri di rumah dan menjalani pemeriksaan lanjutan di rumah sakit.

"Nah kalau yang di lantai 4 Nusantara III ini dilakukan tes itu muncul garis merah dua, kita masih minta yang bersangkutan untuk tes lagi di rumah sakit punya lab untuk mengukur indikasi lain dan mengisolasi diri, yang bersangkutan office boy," ujar Indra.

Namun kendati demikian, Indra menuturkan, keempat orang yang terindikasi positif korona melalui rapid test tersebut belum bisa 100% dikatakan sebagai pasien positif. Mereka harus menjalani pemeriksaan lanjutan di rumah sakit untuk memastikan kondisi kesehatan mereka.

"Bekas DBD atau yang lain karena di alat itu muncul belum bisa menjelaskan semata-mata itu karena korona," tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Setjen DPR akan segera melakukan screening terhadap orang-orang yang sempat melakukan kontak dengan keempat orang yang dimaksud. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus korona menjadi lebih luas di lingkungan DPR.

"Kita prioritaskan dulu segera pada lingkungan yang berinterakasi yang mempunyai indikasi-indikai itu," imbuh Indra.

Sebelumnya diberitakan, PNS di Setjen DPR meninggal dunia dan dinyatakan positif virus korona. Pegawai itu bertugas di bagian absensi rapat paripurna dan diperbantukan di Fraksi Partai NasDem.

PNS tersebut sebelumnya dirawat di sebuah rumah sakit di Jawa Barat dan sempat akan dipindahkan ke RS Darurat Covid-19 di Wisma Atlet. Hasil tes positif korona pegawai tersebut juga baru diketahui setelah dirinya meninggal dunia. (OL-6)

BERITA TERKAIT