04 April 2020, 16:12 WIB

Akhirnya, 100 Desa di Banyumas Mau Terima Jenazah Pasien Korona


Lilik Dharmawan | Nusantara

SETELAH sempat ada penolakan dari warga soal pemakaman pasien positif virus korona atatu covid-19 yang meninggal di Banyumas, Jawa Tengah (Jateng), kini pemkab setempat memastikan sudah ada 100 desa yang siap menerima.

Kepastian itu diperoleh setelah pemkab bersama tokoh agama dan masyarakat mengadakan pertemuan.

Bupati Banyumas Achmad Husein meminta maaf karena ada kejadian penolakan pemakaman salah satu pasien Covid-19. "Saya meminta maaf, karena mungkin kurang mengedukasi masyarakat. Tetapi ke depan, saya kira sudah ada solusinya. Sampai sekarang sudah ada 100 desa lebih di Banyumas yang siap memberikan lahan makam di desanya jika ada penolakan jenazah pasien covid-19," kata dia, beberapa hari lalu.

Baca juga: Ribuan Pekerja Hotel dan Restoran di Babel Dirumahkan

Salah satu desa yang di Banyumas yang siap untuk menyediakan areal makam bagi pasien covid-19 yang meninggal adalah Desa Banjaranyar, Kecamatan Sokaraja. "Setelah sempat melihat video penolakan masyarakat yang viral, saya sangat prihatin. Kami siap menerima jenazah pasien korona yang meninggal dunia. Warga juga telah sepakat. Ini adalah bentuk kepedulian sebagai makhluk sosial dan umat beragama," kata Kepala Desa Banjaranyar Karseno.

Baca juga: Satpol PP Bubarkan Studio Senam di Denpasar

Ia mengatakan telah melaksanakan rapat dengan forum pimpinan kecamatan terkait hal tersebut. Di wilayah desanya, kata Karseno, ada areal tempat permakaman umum (TPU) seluas 1 hektare (ha) siap dijadikan tempat makam jenazah Covid-19. "Pihak pemkab juga telah datang untuk mengecek lokasi TPU," ujarnya.

Baca juga: Polisi Inspeksi Physical Distance Pekerja Pabrik di Cianjur

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Banyumas Noegroho Harbani mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap jenazah Covid-19. "Virus hanya bisa tumbuh dan berkembang di sel hidup. Begitu sel yang host-nya mati, tidak ada metabolisme sehingga tidak ada replikasi lagi. Virusnya juga ikut mati. Dalam proses pemakaman juga telah ada SOP-nya. Jenazah didisinfektan, dibungkus plastik, dan didisinfektan lagi. Kemudian dikafani, dan didisinfektan lagi, baru dimasukkan ke dalam peti khusus. Setelah itu ada proses disinfektan lagi. Jadi, jangan takut dan cemas, tidak menular," tandasnya. (X-15)

BERITA TERKAIT