04 April 2020, 13:52 WIB

Lusa, Pasar Tanah Abang Kembali Buka


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

PERUMDA Pasar Jaya memutuskan untuk membuka kembali pasar grosir tekstil Tanah Abang pada Senin (6/4). Pasar yang dibuka adalah Blok A, B, F, dan G yang berada di bawah pengelolaan Perumda Pasar Jaya.

Humas Perumda Pasar Jaya Gatra Vaganza mengatakan penutupan dilakukan untuk menyemprot seluruh area pasar dengan disinfektan.

Baca juga: Panlih Meniadakan Tayangan Langsung Pemilihan Wagub DKI

"Betul kita buka kembali. Kalau kemarn pas kita off kita lakukan pembersihan segala macam. Kita semprot disinfektan dengan segala macam kita lakukan," kata Gatra saat dihubungi, Sabtu (4/4).

Nantinya, kata dia, di seluruh pasar termasuk Tanah Abang dilakukan physical/social distancing. Ia memastikan protokol kesehatan akan tetap dilakukan yakni memberikan jarak antrean pada pembeli serta tidak diperbolehkan adanya kerumunan.

"Terkait menjelang hari raya itu sebetulnya engga perlu nunggu itu sih. Saat ini kita sudah lakukan itu sosial dictansing. Tapi karena memang baik di pihak kita ada kerumunan di pasar kita akan tertibkan. Antreannya harus berjarak, harus sesuai SOP jarak saat antre. Engga boleh ada kerumunan yang jarak berdekatan," ujarnya.

Hingga saat ini, Gatra menyebut belum ada rencana untuk menambah petugas keamanan di pasar guna memastikan SOP social distancing maupun physical distancing berjalan. Salah satu langkahnya adalah Perumda Pasar Jaya memastikan telah membina dan mengedukasi seluruh petugas keamanan untuk menerapkan hal tersebut.

Pihaknya memprediksi tidak akan terlalu banyak terjadi kepadatan di Tanah Abang meski baru dibuka setelah sempat 10 hari tutup. 

"Kondisi saat ini kita berpikirnya orang masih relatif stay di rumah. Apalagi kan kondisi belum stabil, tapi itu tadi apabila ada hal seperti itu kita akan tambah personil. Pembukaan ini sekaligus nanti akan menjadi bahan evaluasi bagi kami," ungkapnya. 

Sebelumnya, Perumda Pasad Jaya menutup Pasar Tanah Abang terkecuali pasar yang menjual kebutuhan pangan pada 27 Maret hingga 5 April terkait wabah Covid-19. (OL-6)

BERITA TERKAIT