04 April 2020, 13:06 WIB

Aktivitas Perekonomian di Kupang masih Normal


Palce Amalo | Nusantara

PEREKONOMIAN  masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap bergulir di tengah pandemi virus korona melanda Tanah Air. Seperti terlihat di Pasar  tradisional Oeba dan Pasar Kasih, dua dari sejumlah pasar tradisonal terbesar di Kota Kupang, Sabtu (4/4). Aktivitas jual-beli di pasar dua pasar itu tetap berlangsung normal,  kendati warga yang berbelanja tidak sama banyak seperti kondisi normal. 

"Semua pedagang tetap berjualan seperti biasa, hanya saja pembeli berkurang," kata Paul Nepa, pedagang ikan di Pasar Tradisional Oeba, Sabtu (4/4)

Paul menggelar dagangannya sejak pukul 06.00 Wita, baru habis terjual sekitar pukul 10.00 Wita. Pedagang ikan lainnya berjualan sekitar pukul 07.00, sampai pukul 11.00 Wita masih berjualan. 

"Ini dampak dari pembeli yang datang ke pasar berkurang," kata dia.

Meskipun pembeli berkurang, tambah Paul, pedagang tetap berjualan untuk agar dapurnya tetap mengepul.

"Kalau tidak berjualan, mau makan dari mana?," tandasnya.

Aktivitas nelayan di tempat pelelangan ikan (TPI) Oeba yang bersebelahan dengan Pasar Oeba juga terlihat normal. Namun, sama seperti di Pasar Oeba, warga yang berbelanja juga terlibat berkurang dari biasanya. Pekan lalu, petugas telah menyemprotkan disinfektan di tempat pelelangan ikan tersebut. 

"Biasanya pada hari libur, pembeli berdesak-desakan, sekarang pembeli berkurang," katanya.

baca juga: Imbas Covid-19, 2.869 Buruh di Jawa Tengah Telah di-PHK

Pedagang lainnya, Ukti yang berjualan tempe dan tahu juga mengakui pembeli yang berbelanja berkurang. Biasanya dagangan peremuan asal Jawa Tengah itu habis terjual sebelum pukul 10.00 Wita, namun sampai pukul 11.00 Wita masih menyisakan satu setengah ember berisi tahu dan juga tempe. Sementara itu, pertokoan dan rumah-rumah makan juga tetap buka seperti bisa seperti di pusat pertokoan Jalan Siliwangi, Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Soeharto. (OL-3)

BERITA TERKAIT