04 April 2020, 13:04 WIB

Di Spanyol, Hotel Bintang Lima Jadi Karantina Pasien Covid-19


Deri Dahuri | Internasional

SEORANG pengemudi ambulans mengenakan baju pelindung diri (APD) warna putih memasuki sebuah hotel Barcelona. Ia memberi tahu  kedatangan tiga ‘konsumen’ baru. Yang dimaksud konsumen baru tersebut adalah tiga pasien virus korona yang dipulangkan dari rumah sakit untuk ditempatkan di sebuah karantina yang mewah.

Karantina mewah tersebut adalah sebuah hotel bintang lima di Kota Barcelona, Spanyol. Sejak pandemi virus korona atau Covid-19, hotel bintang lima tersebut bukan melayani para tamu biasa tetapi para tamunya adalah para pasien virus korona.     

"Selamat pagi! Bagaimana kabarmu? Namaku Enrique Aranda dan aku mungkin pekerja non-medis pertama yang Anda lihat dalam beberapa hari ini," ucap Enrique Aranda, direktur hotel bintang lima Melia Sarria yang menengok ke dalam ambulans.

Baca jugaKasus Kematian Korban Covid-19 di Prancis Melonjak

Ternyata untuk mengubah hotel mewah dengan dekorasi kotemporer dan kamar mandi yang berhias marmer mewah untuk menjadi sebuah klinik kesehatan atau karatina pasien Covid-19 hanya membutuhkan waktu tiga hari.

"Beberapa pasien tiba semula berpikir bahwa mereka akan dibawa keluar dari rumah sakit untuk dibiarkan mati, banyak orang ketakutan. Saya mencoba membuat mereka melupakan semua itu," kata Aranda yang juga menggunakan pakaian alat pelindung diri termasu mengenakan masker dan sarung tangan.

"Saya tidak membiarkan mereka (pasien Covid-19) keluar dari ambulans sampai aku mendapatkan balasan senyum dari mereka. Aku ingin mereka masuk dengan cara lain, bahwa mereka melihat bahwa mereka bukanlah di rumah sakit lagi, tetapi di sebuah hotel," tutur Aranda.

Memang para ‘tamu’ hotel bintang lima kali ini tak membawa koper. Mereka hanya membawa barang-barang pribadi dan lembar catatan medis.

Para tamu juga tidak disambut pegawai penyambut tamu atau bellhops, tetapi disambut tim perawat yang mengenakan APD yang berwarna hijau atau biru dan memakai sarung tangan dan masker.

Para tamu sebelum bisa meninap di ‘karantina mewah tersebut’ harus diperiksa suhu tubuh, mengisi laporan medis. Para atau pasien yang dibawa dari rumah sakit itu ditanya apakah mereka perlu menghubung anggota keluarga mereka. Selanjutnya, para petugas medis akan membawanya ke kamar hotel yang mewah.

Di sisi lain, pemerintah Spanyol telah memerintahkan semua hotel tutup demi menekan penyebaran pandemi Covid-19. Hingga kini, di ‘Negeri Matador’, jumlah korban meninggal akibat virus korona yang berasal dari Wuhan, Hubei, Tiongkok itu tercatat 10.935 orang. Jumlah korban meninggal tertinggi kedua di dunia setelah Italia.

Namun justru para pengelola hotel di Spanyol telah mengambil inisiatif dan membantu meringankan beban pemerintah dalam mengatasi pandemi Covid-19. Dengan banyaknya pasien Covid-19 yang membanjiri rumah sakit-rumah sakit hingga kewalahan, para pengelola hotel mengizinkan hotel menjadi karatina bagi pasien Covid-19.

Di wilayah Madrid, daerah yang paling terpukul di Spanyol dan yang pertama mengadopsi tindakan tersebut, sekarang ada lebih dari 700 pasien Covid-18 yang dikarantina di hotel.

Di kota terbesar kedua di Spanyol, Barcelona, para pelaku bisnis perhotelan telah menyediakan 2.500 tempat tidur untuk pasien Covid-19.

Hotel bintang lima Melia Sarria telah dibuka untuk pasien Covid-19 sejak  29 Maret 2020. Saat ini Hotel Melia Sarria menampung  107 tamu pasien Covid-19. Dengan kapasitas 307 kamar, pihak Hotel Mellia Sarria bisa terisi semua.

"Mereka (para tamu) adalah pasien Covid-19 yang kondisinya membaik dan telah melewati perawatan rumah sakit dan berada dalam tahap akhir pemulihan mereka di sini, di hotel," kata Gemma Fanlo, seorang perawat di Hotel Melia Sarria. (AFP/OL-09)

BERITA TERKAIT