04 April 2020, 08:25 WIB

Erick Pangkas Anak-Cucu BUMN


Suryani Wandari PP | Ekonomi

PT PERTAMINA merasionalisasi 25 anak-cucu perusahaan agar perusahaan milik negara itu makin sehat. Untuk tahap awal, tujuh perusahaan akan dilikuidasi dan satu perusahaan didivestasi.


"Kami sudah melakukan kajian untuk melihat rasionalisasi yang akan dilakukan. Kami sudah mengidentifikasi ada 25 perusahaan yang bisa kita likuidasi dan juga divestasi, sebagian perusahaan-perusahaan ini secara operasional juga sudah tidak berjalan," ujar Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dalam konferensi pers lewat video di Jakarta, kemarin.


Selain Direktur Utama Pertamina, turut hadir dalam konferensi pers yang dipimpin oleh Menteri BUMN Erick Thohir tersebut yakni Dirut PT Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dan Dirut PT Telkom Indonesia Ririek Adriansyah.


Di kesempatan itu Nicke menyampaikan, rasionalisasi terhadap 25 perusahaan itu merupakan <i>quick win karena sesuai dengan prinsip kebijakan dari pemerintah bahwa tidak akan ada lay-off atau pemberhentian.


Lebih lanjut dia mengatakan bahwa sisanya sebanyak 17 perusahaan lagi akan dilakukan pada tahun depan.


Di kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan merasionalisasi enam cucu perusahaan tersebut. Langkah itu sebagai tahapan awal dari rasionalisasi yang dilakukan. 
"Hari ini kita rasionalisasi terhadap anak dan cucu perusahaan, salah satunya yang menjadi cukup banyak perhatian media yakni Garuda Tauberes," kata Irfan.

Garuda Tauberes, sambungnya, akan dimergerkan dengan perusahaan inti yang ada saat ini, mengingat Garuda Tauberes itu merupakan aplikasi kargo yang mau  extend ke kelas menengah.


"Kita menganggap bahwa ini bisa kita lakukan juga di area bisnis kargo kita tanpa perlu melakukan pembentukan usaha bisnis baru," ujar Irfan.


Sementara Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan, pihaknya juga akan merasionalisasi anak/cucu di perusahaan pelat merah tersebut. "Ada 49 anak dan cucu perusahaan yang terkonsolidasi ke Telkom. Ada beberapa yang  overlapping, jadi kurang efisien. Kita juga pertimbangkan ke depan Telkom itu akan seperti apa, apakah di-merger atau apa, agar Telkom fokus ke core bisnis," kata .

 

Nilai tambah


Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan, langkah rasionalisasi dan konsolidasi anak usaha BUMN itu bertujuan untuk memberi nilai tambah bagi perusahaan induk.

"Rasionalisasi dan konsolidasi ini diharapkan dapat menghasilkan peningkatan efektivitas operasional dan tata kelola bisnis yang optimal guna memberikan nilai tambah bagi negara," ujar Erick.

Ia menyampaikan, rasionalisasi dilakukan karena sebelumnya banyak anak usaha BUMN yang memiliki kesamaan portofolio bisnis dan juga kurang optimal dalam memberikan nilai tambah bagi perusahaan induk.

Dalam proses rasionalisasi dan konsolidasi itu, lanjut dia, pihaknya sudah melakukan kajian panjang. Proses penyederhanaan itu sebenarnya sudah dilakukan sejak akhir 2019 dan terus berjalan hingga saat ini.

Dalam prosesnya, Menteri BUMN menekankan kepada perusahaan BUMN untuk sebisa mungkin menghindari pengurangan jumlah karyawan. (Ant/E-2)

BERITA TERKAIT