04 April 2020, 06:15 WIB

Permenkes PSBB Segera Tuntas


Ata/Ifa/JI/X-7 | Humaniora

KEMENTERIAN Kesehatan sudah merampungkan draf Peraturan Menteri Kesehatan tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Draft permenkes sudah selesai dibahas bersama kementerian/ lembaga Jumat (3/4) siang. Keputusan yang ada di permenkes itu baru bisa dijalankan setelah diundangkan Kementerian Hukum dan HAM,” kata Staf Ahli Bidang Hukum Kesehatan Kementerian Kesehatan, Kuwat Sri Hudoyo, saat dihubungi kemarin.

Namun, saat ditanya poin-poin apa saja yang ada di dalam draf permenkes tersebut, Kuwat enggan membahas secara detail. Menurutnya,
permenkes itu membahas detail pelaksanaan PSBB. “Isinya (draf) mengoperasionalkan Peraturan Presiden No 21 Tahun 2020,” tandasnya.

PSBB yang ditetapkan melalui PP No 21 Tahun 2020 dipilih pemerintah sebagai strategi untuk berperang melawan covid-19. Namun, hingga kini masih belum bisa dijalankan. Pasalnya, peraturan menkes perihal kriteria daerah yang bisa menerapkan kebijakan itu belum ada.

Terpisah, Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) berharap PSBB betul-betul dilaksanakan dan jangan ada perbedaan implementasi kebijakan dalam penanggulangan covid-19.

Dari Jawa Tengah dilaporkan bahwa mulai Kamis (2/4) malam Pemkot Tegal akhirnya menggeser beton pembatas jalan provinsi dan jalan antara Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes, dan Kota Tegal.

Penggeseran beton dilakukan di lima jalur utama masuk Kota Tegal. Sebaliknya 31 jalur lain yang bukan jalur utama masih ditutup.

Sementara itu, juru bicara nasional untuk penanganan covid-19 Achmad Yurianto mengungkapkan, dalam 24 jam terakhir, pasien yang sembuh berjumlah 22 orang. Dengan begitu, total pasien sembuh 134 orang.

“Pasien positif bertambah 196 orang sehingga total pasien positif kini 1.986. Pasien meninggal bertambah 11 dan kini total pasien
meninggal berjumlah 181 orang,” kata Yurianto dalam telekonferensi di Graha BNPB, Jakarta, kemarin. (Ata/Ifa/JI/X-7)

BERITA TERKAIT