04 April 2020, 09:30 WIB

Hati-hati, Jangan Sembarangan Gunakan Aplikasi Video Conference


Fetry Wuryasti | Weekend

IMBAUAN untuk bekerja dari rumah sebagai upaya menekan penyebaran virus korona, membuat aplikasi video conference seperti Zoom marak digunakan, selain Skype.  Namun, para ahli memperingatkan untuk tidak menggunakan sembarang aplikasi.

Jake Moore, seorang pakar keamanan siber di ESET dan mantan penyelidik forensik digital kepolisian, mengatakan bahwa kebocoran ini belum lama terjadi pada aplikasi zoom.

"Untuk pertemuan yang sangat pribadi, saya tidak akan menyentuh semua jenis aplikasi konferensi video yang gratis. Anda harus melakukan riset, terutama jumlah data yang digunakan," kata Moore seperti dikutip Sydney Morning Herald.

Zoom mengumpulkan data siapa pun yang menggunakan layanan gratisnya, yang beroperasi bersama tingkat bisnis dan pemerintah berbayar, bahkan jika Anda tidak memiliki akun Zoom.

Syarat dan ketentuannya menyatakan mengumpulkan informasi termasuk nama Anda, alamat fisik, alamat email, nomor telepon, jabatan, dan perusahaan.

"Hal utama bagi bisnis untuk menilai adalah jika aplikasi itu gratis, timbal baliknya apa. Mereka tidak hanya akan memberikan layanan itu kepada Anda tanpa harga yang sepadan," kata Andrew Dwyer, seorang peneliti cybersecurity di University of Bristol.

Dengan jutaan orang yang bekerja dari rumah, departemen TI perusahaan tidak selalu dapat mengontrol aplikasi apa yang diinstal pada perangkat pekerjanya.

Itu bisa membuat bisnis terbuka untuk serangan siber karena komputer pribadi telah ketinggalan zaman menjalankan versi keamanan aplikasi yang terbaru.

"Ini alasan yang bagus untuk memastikan orang memiliki versi keamanan terbaru," kata Alan Woodward, seorang akademisi keamanan dunia maya di University of Surrey. (M-4)

BERITA TERKAIT