03 April 2020, 23:40 WIB

Imbas Korona, Kemenpora Jadwal Ulang Revisi Program Pelatnas


Deden Muhammad Rojami | Olahraga

KEMENTERIAN Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memutuskan untuk memperpanjang batas waktu pengajuan revisi program dan anggaran pemusatan latihan nasional (pelatnas) Olimpiade 2020.

Batas penyerahan revisi program dari masing-masing cabang olahraga awalnya ditetapkan pada 15 April, tapi kini paling lambat 17 Mei 2020.

Mayoritas induk cabang olahraga mengungkapkan keberatannya apabila harus menyerahkan revisinya pada April. Sebab, banyak cabang olahraga masih harus menunggu agenda kejuaraan terbaru dari federasi internasionalnya masing-masing.

"Saya sudah komunikasi dengan Pak Chandra dari Deputi IV Kemenpora, dan kami akan memberi toleransi karena kami paham event-event (kejuaraan) belum semuanya terkoordinasi," kata Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto, Jumat (3/4) saat dihubungi.

Keputusan itu dibuat menindaklanjuti diskusi Kemenpora bersama perwakilan pimpinan induk organisasi cabang olahraga dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) melalui video conference.

Baca juga : Perlombaan Ditunda, Pembalap Beraksi di Lintasan Virtual

Pengumuman pemunduran itu juga sudah disebarkan kepada masing-masing ketua umum induk cabang olahraga melalui surat edaran resmi Kemenpora bernomor RO.03.03/4.3.1/SET/IV/2020 tertanggal 3 April 2020.

Bagi cabang olahraga yang belum menerima dana pelatnas Olimpiade, Kemenpora meminta agar segera melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tanpa seremonial seperti sebelumnya.

Kemenpora memang meminta kepada induk organisasi cabang olahraga untuk merevisi program dan dana pelatnas 2020 yang telah diterima sebagai langkah efisiensi pengelolaan APBN di tengah kondisi pandemi covid-19 yang masih berlangsung.

Induk cabang olahraga yang telah menerima tahap satu anggaran sebesar 70 persen dari total bantuan juga diminta agar mengoptimalkan dana pelatnas tersebut hingga Desember 2020.

Kemenpora sebelumnya telah menggelontorkan total dana pelatnas Olimpiade 2020 Tokyo sebesar Rp161,5 miliar, dengan rincian Rp86,2 miliar untuk cabang olahraga, sedangkan Rp75,3 miliar untuk Komite Paralimpiade Indonesia (NPC). (OL-7)

BERITA TERKAIT