03 April 2020, 21:58 WIB

Pasien Sembuh dari Covid-19 di Jateng Bertambah 3 Orang


Akhmad Safuan | Nusantara

Kasus covid-19 di Jawa Tengah (Jateng) melonjak drastis dengan jumlah kematian mencapai 18 orang. Pasien yang sembuh sebanyak 11 orang dari total positif sebanyak 114 orang atau naik dari sehari sebelumnya 103 orang.

Data terbaru dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menyebutkan jumlah kasus covid-19 mengalami lonjakan dibandingkan 12 jam sebelumnya.

Angka orang dalam pantauan (ODP) dari sebelumnya berjumlah 10 ribuan, tapi pada petang hari telah melonjak mencapai 14.161 kasus. Sementara jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) kini telah mencapai 430 kasus. Mereka dirawat di
berbagai rumah sakit di Jawa Tengah.

Sementara untuk jumlah kasus positif covid-19 di Jateng bertambah menjadi 114 orang. Padahal sebelumnya berjumlah 103 orang.

Saat ini sebanyak 85 orang masih dirawat intensif di beberapa rumah sakit rujukan. Pasien terbanyak dirawat di RSUP dr Kariadi Semarang. Jumlahnya 42 orang. Lalu, yang berada dalam status isolasi mandiri 11 orang.

Dari data, angka kematian di Jateng mencapai 18 orang. Ada kenaikan dibandingkan sebelumnya, 7 orang. Namun, pasien yang dinyatakan sembuh mengalami peningkatan, dari 8 orang menjadi 11 orang.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan berbagai upaya dilakukan agar kasus covid-19 ini segera mereda, tidak berkepanjangan hingga tidak memakan korban lebih besar lagi.

Baca juga: Lima Pasien Covid-19 Jatim Dinyatakan Sembuh

Upaya yang dilakukan, lanjut Ganjar, adalah dengan pendekatan kuratif (penanggulangan) yakni dengan mempersiapkan rumah sakit rujukan. "Kini tersedia 503 kamar isolasi di rumah sakit di Semarang, Solo dan Banyumas. Sarana dan prasarana di rumah sakit juga dilengkapi," jelas Ganjar.

Selain itu, kata Ganjar, pihaknya terus melakukan sosialisasi penyuluhan secara terus-menerus hingga ke pelosok desa agar semua warga menyadari bahaya virus covid-19 ini. "Sekaligus agar warga dapat mewaspadai dan melakukan
langkah-langkah yang tepat terutama menjaga kesehatannya," ungkapnya.

Menurut Ganjar, langkah lain yang ditempuh adalah promotif, yaitu mengajak warga untuk selalu hidup sehat dengan makanan bergizi dan berolahraga sebagai gaya hidup.

Terkait dengan masker yang agak susah didapatkan, Ganjar menyarankan warga untuk membuat masker sendiri. "Tidak harus beli, tapi buat sendiri dari bahan rumahan dan tisu," pungkasnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT