03 April 2020, 21:26 WIB

PM Australia 'Usir' Mahasiswa Internasional Saat Wabah Covid-19


Marcheilla Ariesta | Internasional

PERDANA Menteri Australia Scott Morrison mengatakan kepada para pemegang visa kunjungan dan mahasiswa internasional, bahwa sudah waktunya untuk kembali ke negara mereka. Pernyataannya disampaikan di tengah wabah virus korona covid-19 yang menyerang dunia.

Menurut Morrison, saat ini pemerintahnya harus fokus pada kesehatan masyarakat Australia saja.

"Australia harus fokus pada warganya dan penduduknya untuk memastikan bahwa kami dapat memaksimalkan dukungan ekonomi yang kami miliki. Jika Anda adalah pengunjung di negara ini, ini saatnya untuk pulang," katanya dilansir dari ABC News, Jumat 3 April 2020.

Namun, dia menyatakan warga asing yang memiliki keterampilan medis bisa masuk pengecualian. "Bagi para backpacker di Australia yang merupakan perawat atau dokter, atau memiliki keterampilan penting lainnya yang benar-benar dapat membantu kita selama krisis ini, maka akan ada peluang bagi mereka," imbuhnya.

Sementara itu, untuk siswa internasional yang tidak memiliki akses ke pembayaran JobSeeker dari Pemerintah Federal, harus bertahan di tengah wabah tanpa bantuan keuangan. Ada lebih dari 500 ribu siswa internasional di Australia dan banyak yang kehilangan pekerjaan selama pandemi.

Salah satunya adalah Sunday Mishu, yang kehilangan pekerjaannya sebagai bartender di Mindil Beach Casino Darwin dua pekan lalu. Tempatnya bekerja terpaksa ditutup karena pembatasan nasional akibat virus korona.

"Ketika pertama kali muncul itu cukup menegangkan, jujur. Virus benar-benar menghancurkan seluruh rencana keuangan saya yang telah saya tetapkan untuk tahun ini," tuturnya.

Meskipun tiba-tiba menganggur, siswa asal Bangladesh berusia 37 tahun itu mengatakan ia memiliki cukup tabungan untuk melanjutkan belajar di Universitas Charles Darwin. Namun, dia percaya siswa internasional lain yang menghadapi kesulitan keuangan yang signifikan mungkin masih tidak mengindahkan saran Perdana Menteri untuk kembali ke negara asal mereka. (OL-2)

BERITA TERKAIT