03 April 2020, 20:51 WIB

Dibayangi Hukuman UEFA, Belgia Tetap Ingin Hentikan Liga


Rahmatul Fajri | Sepak Bola

FEDERASI sepak bola Belgia atau URBSFA mengaku tidak akan menyelesaikan liga di tengah krisis virus korona atau covid-19.

Federasi Belgia mengaku tetap pada jalur menghentikan liga meskipun ada ancaman larangan tampil di kompetisi Eropa jika tidak mengindahkan imbauan UEFA.

Dewan Direksi Jupiler League atau Liga Belgia merekomendasikan Club Brugge sebagai juara karena memuncaki klasemen sementara dengan keunggulan 15 poin.

Meski menyisakan satu laga musim reguler dan babak play-off untuk menentukan juara, Dewan Direksi Liga menilai kompetisi tidak mungkin dilanjutkan hingga 30 Juni dan memilih juara berdasarkan posisi klasemen.

Federasi Belgia telah berkomunikasi dengan UEFA hari ini dan meminta untuk melihat kendala lain jika tetap melanjutkan liga.

Baca juga : Neymar Donasi Rp15,8 Miliar untuk Lawan Covid-19

Menurut Dewan Direksi Liga Jupiler, kompetisi tidak mungkin dilanjutkan melihat krisis kesehatan dan ekonomi imbas pandemi covid-19.

Maka dari itu, federasi Belgia meminta UEFA untuk memberikan wewenang kepada asosiasi sepak bola masing-masing negara untuk memutuskan jalannya masing-masing liga.

"Kami menyerukan untuk mempertimbangkan keputusan berdasarkan pendekatan masing-masing liga," tulis pihak URBSFA.

Namun, UEFA belum memberikan tanggapan lebih lanjut. Terakhir, UEFA memastikan semua kompetisi di Eropa tidak ada yang diberhentikan dan harus diselesaikan meski sampai bulan Agustus.

Federasi yang tetap menghentikan liga dan memberikan juara kepada pemuncak klasemen akan dihukum oleh UEFA, yakni dilarang tampil di kompetisi UEFA seperti Liga Champions dan Liga Europa pada musim depan.

"Pertemuan baru akan dijadwalkan dalam seminggu ke depan," kata URBSFA. (Skysports/OL-7)

BERITA TERKAIT