03 April 2020, 19:05 WIB

Ribuan APD Disalurkan ke Kudus


Agus Triwibowo | Nusantara

BAKTI Sosial Djarum Foundation memberikan bantuan Alat Perlindungan Diri (APD) bagi tenaga medis di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah untuk penanganan pasien virus korona (covid-19). Bantuan senilai lebih dari Rp1,5 miliar itu diserahkan Vice President Director Djarum Foundation FX Supanji dan Program Manager Bakti Sosial Djarum Foundation Purwono Nugroho kepada Ketua Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Kabupaten Kudus, Rabu (1/4).

Hadir di acara tersebut, Plt Bupati Kudus HM Hartopo, Sekretaris Daerah Kudus yang juga Ketua Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Kabupaten Kudus DR Samani Intakoris.

Purwono mengemukakan bantuan yang diberikan merupakan langkah nyata Djarum Foundation untuk turut berkolaborasi dan bersatu padu, bergotong royong, dalam sebuah gerakan memerangi korona seperti yang disampaikan oleh Presiden Jokowi. Selain itu, sebagai wujud kepedulian  untuk masyarakat dan lingkungan dalam mencegah penyebaran covid-19.

Baca juga: MGMP Tata Busana Jateng Produksi Ribuan APD

Dia berharap adanya bantuan APD dapat melindungi tenaga medis dalam menangani pasien baik yang suspect maupun positif korona. "Semoga para pahlawan kesehatan yang berada di garda terdepan dapat terlindungi dan lebih percaya diri dalam menangani pasien dengan adanya tambahan APD ini," ucapnya dalam keterangan resmi yang diterima pada Jumat (3/4).

Adapun bantuan APD yang diberikan meliputi baju coverall, kacamata, dental protective face, masker N95, masker bedah, sepatu, sarung tangan, penutup kepala, virus transportation media (VTM) atau alat untuk mengecek pasien yang diduga terinfeksi virus korona.

Sementara Hartopo mengatakan saat ini para petugas medis memang kesulitan untuk mendapatkan APD lantaran tingginya kebutuhan. "Perlengkapan APD yang diberikan akan dibagikan ke fasilitas pelayanan perawatan termasuk puskesmas yang dalam pelaksanaanya juga akan berkoordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kudus," kata Hartopo. (RO/R-3)

BERITA TERKAIT