03 April 2020, 16:25 WIB

Sleman dan Kota Yogyakarta Siapkan Shelter untuk Tenaga Medis


Agus Utantoro | Nusantara

PEMERINTAH Kabupaten Sleman, Jawa Tengah, sedang mempersiapkan shelter atau tempat hunian sementara bagi kelompok masyarakat tertentu, termasuk dokter maupun paramedis yang menangani pandemi virus korona atau covid-19.

"Di shelter ini, mereka akan mendapat layanan yang terbaik agar terbebas dari covid-19," kata Kabag Humas dan Protokol Pemkab Sleman Shavitri Nurmala Dewi, Jumat (3/4),

Baca juga: TPU Madurejo, Sleman, sudah Gali 27 Liang untuk Korban Korona

Biasanya, jelas dia, ada masyarakat yang menolak kepulangan dokter atau paramedis yang baru selesai bekerja di rumah sakit atau pusat layanan kesehatan yang menangani covid-19.

Ia berharap, masyarakat di Sleman tidak ada yang melakukan penolakan terhadap dokter maupun paramedis yang baru pulang dari rumah sakit. "Kalau ada penolakan, kami siap," katanya.

Baca juga: Bocah di Makassar Bongkar Celengan untuk Sumbang APD Kakak Dokter

Pemerintah Kota Yogyakarta juga menyiapkan tempat karantina di dua lokasi bagi pendatang yang membutuhkan.

Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menjelaskan, tempat karantina ini nantinya ada di dua lokasi, dengan kapasitas keseluruhan 50 kamar.

"Setiap pendatang yang masuk ke Kota Yogyakarta diwajibkan melakukan isolasi selama 14 hari," kata Heroe Poerwadi yang juga Wakil Wali Kota Yogyakarta.

Baca juga: Pemkot Surakarta Siapkan 5 Bus BST Adang Pemudik

Menurut dia tempat karantina yang disediakan di dua lokasi hanya akan digunakan untuk menampung pendatang yang benar-benar membutuhkan tempat isolasi karena masalah seperti tempat tujuannya tidak memiliki ruangan khusus untuk isolasi.

Sepanjang Maret, Heroe menyebut, ada sekitar 550 orang pendatang yang masuk ke Kota Yogyakarta dan sebagian besar menuju rumah keluarga masing-masing sehingga sampai saat ini belum ada masalah dengan kebutuhan tempat isolasi mandiri.

Pendatang, katanya,  wajib lapor RT/RW dan melakukan isolasi serta melakukan pemeriksaan kesehatan. "Jika tidak mau mengisolasikan diri, segera kami tangani untuk isolasi," kata Heroe.

Heroe berharap setiap pendatang yang masuk ke Kota Yogyakarta telah menjalani pemeriksaan kesehatan di daerah asal. (X-15)

BERITA TERKAIT