03 April 2020, 15:38 WIB

Wapres Dorong MUI Keluarkan Fatwa Haram untuk Mudik


Emir Chairullah | Politik dan Hukum

WAKIL Presiden Ma’ruf Amin mendorong Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa haram bagi masyarakat yang melakukan mudik di tengah pandemi korona atau covid-19. Hal ini untuk menahan penyebaran virus dari penduduk yang tinggal di wilayah perkotaan ke perdesaan.

“Kita mendorong MUI agar mengeluarkan fatwa haram bagi pelaksanaan mudik,” kata Wapres Ma’ruf saat video conference dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Jumat (3/4).

Baca juga: Selama Wabah, Kebutuhan Masyarakat akan Suplemen kian Meningkat

Wapres mengakui, masalah pergerakan masyarakat yang ingin kembali ke kampung menjadi tantangan bagi pemerintah. Apalagi, dalam waktu dekat ribuan tenaga kerja Indonesia dari luar negeri kemungkinan akan kembali ke tanah air.

“Apabila tidak ada larangan keras, konsekuensi bakal ada di daerah penerima. Mencari strategi untuk menghambat penyebaran virus saat ini menjadi tantangan yang besar, makanya mencari masukan dari Gubernur,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ridwan Kamil berterima kasih atas inovasi larangan haram mudik yang digagas Wapres. Pasalnya, banyak kalangan masyarakat yang menolak himbauan tidak mudik itu dengan berbagai macam dalih.

“Kalau sudah fatwa ulama, masyarakat dengar, Pak. Karena banyak yang berdalih dengan ayat juga untuk menolak larangan mudik itu. Kalau sudah ada fatwa MUI, kami sebagai umaro (pemimpin) tinggal menguatkan,” kata Ridwan.

Ridwan menceritakan kesulitannya ketika meminta masyarakat untuk tidak pergi ke tempat ibadah agar tidak terjadi penyebaran virus. “Waktu saya yang meminta agar shalat Jumat tidak dilakukan di mesjid, yang mem-bully saya banyak Pak. Setelah MUI turun tangan, baru masyarakat mengikuti,” jelasnya.

Baca juga: Hadapi Covid-19, Kesehatan Para Tenaga Medis Harus Terjaga

Ridwan mengakui faktor mudik yang membuat kepala daerah was-was dalam menangani penyebaran virus covid-19 ini. Dirinya optimistis bisa mengendalikan penyebaran virus covid-19 tersebut selama mudik bisa dikendalikan.

“Kalau mudik bisa kita kendalikan, saya bisa yakinkan bapak di daerah bisa aman terkendali secara terukur. Mudah-mudahan bisa menjadi perhatian luar biasa,” paparnya. (Che/A-3)

BERITA TERKAIT