03 April 2020, 15:32 WIB

Selama Wabah, Kebutuhan Masyarakat akan Suplemen kian Meningkat


Ahmad Maulana | Humaniora

IMBAUAN pemerintah untuk membatasi aktivitas keluar rumah berimbas pada peningkatan kebutuhan masyarakat akan kanal belanja dalam jaringan (daring/online). Masyarakat mencari dan membeli berbagai suplemen maupun vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Namun, masyarakat banyak yang mengeluh kesulitan mengenai stok vitamin di pasaran yang mulai menipis, dan harga yang pun dipatok tinggi di atas harga eceran tertinggi (HET). Tidak hanya itu, masyarakat pun masih menghadapi risiko barang palsu, termasuk yang beredar di toko online.

Baca juga:Hadapi Covid-19, Kesehatan Para Tenaga Medis Harus Terjaga

Startup penyedia layanan kesehatan digital, SehatQ, mengatakan, persoalan itu harus segera diatasi. "Kami melihat pentingnya kebutuhan masyarakat ini, terutama atas kebutuhan produk yang pasti asli dan dengan harga yang layak," kata Direktur SehatQ, Dewi Bramono, dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (3/4/2020).

Fitur toko di platform SehatQ menghubungkan pembeli dengan 35 apotek berlisensi di area Jabodetabek, serta distributor resmi berbagai merk produk kesehatan seperti KalbeStore, Blackmores, Kimberly Clark, Galenium, dan lainnya.

Dengan sistem yang dikembangkan oleh SehatQ ini, masyarakat bisa dengan lebih mudah memilih obat, suplemen, maupun vitamin yang cocok dan terjamin keasliannya, dengan harga wajar, dan stok produk yang terus ditambah langsung oleh mitra SehatQ setiap hari.

Baca juga:Warga Jakarta Apresiasi Program 10 Rumah Aman dari KSP

“Supaya masyarakat bisa sehat di rumah, kami pastikan sumber semua produk yang ada di toko kami pasti asli atau garansi uang kembali,” tutup Dewi. (RO/A-3)

BERITA TERKAIT