03 April 2020, 14:49 WIB

Warga Nagari Sungai Pinang Blokade Akses ke Kawasan Mandeh


Yose Hendra | Nusantara

NAGARI (Desa) Sungai Pinang, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, menutup jalan menuju kawasan Mandeh dengan memasang rambu dilarang masuk di tengah jalan.

Wali Nagari (kepala desa) Sungai Pinang, Azli menjelaskan penutupan ini dilakukan masih banyaknya pengunjung yang datang dan mereka berhenti di beberapa lokasi dan itu dikhawatirkan menyebarkan virus korona (covid-19).

Baca juga: Warga Hebohkan Halo Matahari, BMKG: Tidak Ada Pengaruh ke Manusia

"Sengaja kita lakukan penutupan jalan karena setiap harinya masih banyak mobil yang lalu lalang jalan kawasan Mandeh," ujarnya, Jumat (3/4).

Baca juga: Presiden Jokowi Berang Kepala Daerah Tutup Akses Jalan

Sejalan dengan itu Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan juga telah membuat surat permohonan izin Bupati Pesisir Selatan nomor: 100/003/GTC/IV/2020, dengan perihal memohon izin menutup jalan strategis provinsi tertanggal 1 April 2020.

Baca juga: Limbah Korona di Temanggung Dibawa ke Bandung dan Surabaya

Surat permohonan itu ditujukan kepada Gubenur Sumatra Barat, sebagai langkah dalam mengantisipasi penyebaran virus korona.

Kabag Humas dan Protokoler Pesisir Selatan Rinaldi membenarkan permintaan tersebut, sebagai permohonan dalam mengefektikan perbatasan selektif. Sebab, disinyalir jalur yang merupakan alternatif ke kawasan Mandeh itu yang juga pintu masuk ke Kabupaten Pesisir Selatan.

"Karena dengan ditutupnya jalan tersebut, pintu masuk ke Pesisir Selatan dari arah kota Padang hanya satu yaitu batas Kota Padang di Siguntur. Hingga pemantauan akan lebih efektif," ungkapnya

Baca juga: Pulang ke Sumbar, 26 Siswa Setukpa Polri Karantina di SPN Polda

Rinaldi menjelaskan, saat ini untuk segera bisa memberlakukan permintaan tersebut, pihaknya masih menunggu izin dari provinsi. Sebab, untuk memberlakukan perlu izin dari provinsi karena jalur tersebut merupakan jalur strategis provinsi.

"Karena selama ini masih ditemukan pendatang masuk ke Pesisir Selatan  melalui jalur Jalan Teluk Kabung Mandeh, sehingga tidak melewati pos pemantauan yang ada di batas kota yang ada di Siguntur. Akibatnya tidak terpantau. Jadi, jika sudah dapat izin, pemantauan akan bisa dioptimalkan," bilangnya.

Akses yang diminta tutup oleh Pemerintah Pesisir Selatan itu bukan jalan utama Padang - Pesisir Selatan melainkan jalur alternatif di Kawasan Wisata Mandeh via Padang. (X-15)

 

BERITA TERKAIT