03 April 2020, 14:39 WIB

Jokowi: Masih ada 433 Desa Belum Teraliri Listrik


Dhika Kusuma Winata | Ekonomi

PRESIDEN Joko Widodo meminta agar seluruh desa di Tanah Air bisa menikmati listrik. Rasio elektrifikasi hingga April 2020 yang mencapai 99,48% masih menyisakan sebagian kecil desa belum teraliri listrik.

"Masih terdapat 433 desa yang belum berlistrik. Meskipun jumlahnya sedikit kalau dibandingkan dengan jumlah desa di seluruh Tanah Air, yakni 75 ribu, tapi apa pun ini harus kita selesaikan," kata Jokowi saat memimpin rapat terbatas mengenai peningkatan rasio elektrifikasi di pedesaan melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (3/4).

Baca juga: Pemerintah Sebaiknya Jadikan Hotel Swasta untuk Tempat Karantina

Sejumlah desa yang belum menikmati listrik tersebut tersebar di empat provinsi dengan rincian sebanyak 325 desa di Papua, 102 desa di Papua Barat, 5 desa di Nusa Tenggara Timur, dan 1 desa di Maluku. Jokowi pun meminta jajarannya untuk segera mengidentifikasi dan bergerak menuntaskan peningkatan elektrifikasi di desa.

"Saya minta diidentifikasi secara jelas desa mana yang berdekatan dengan desa yang tak berlistrik, desa mana yang jarak rumah antarpenduduknya berjauhan dan mana yang berdekatan, sehingga kita dapat menentukan strategi pendekatan teknologi yang tepat," ucapnya.

Selanjutnya, setelah identifikasi terlaksana, Jokowi meminta jajarannya untuk segera menyiapkan anggaran, regulasi, dan kebijakan investasi yang diperlukan untuk mendukung program elektrifikasi di desa-desa tersebut.

Jokowi menyampaikan ia ingin memastikan listrik tidak hanya masuk desa-desa tersebut, tapi juga dapat dinikmati dan diakses oleh warga, utamanya yang berada di lapisan bawah, sehingga mereka dapat memenuhi keperluannya sekaligus memberikan nilai tambah bagi peningkatan produktivitas ekonomi di desa-desa tersebut.

"Dengan adanya listrik kita harapkan anak-anak bisa belajar di malam hari dengan penerangan lampu yang cukup sehingga kualitas pendidikan kita juga semakin meningkat," tandasnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT