03 April 2020, 14:34 WIB

Warga Hebohkan Halo Matahari, BMKG: Tidak Ada Pengaruh ke Manusia


Depi Gunawan | Nusantara

FENOMENA alam halo matahari dimaknai beragam oleh warga. Termasuk, sebagai pertanda untuk menghindarkan masyarakat dari wabah dan marabahaya.

Seperti warga yang mengabadikan fenomena alam cahaya matahari dengan lingkaran penuh di sekelilingnya itu dengan telepon seluler (ponsel) dan menyebarkan di aplikasi perbincangan instan Whatsapp.

"Semoga peristiwa ini jadi pertanda baik bagi kita seluruh umat manusia agar terhindar dari segala marabahaya," kata dia dalam video.

Baca juga: Limbah Korona di Temanggung Dibawa ke Bandung dan Surabaya

Warga lainnya memandang fenomena itu sebagai kekuasaan Ilahi untuk menyingkirkan pandemi virus korona (covid-19). "Ini bukti kekuasaan Allah. Semoga fenomena alam ini bisa menyingkirkan masalah wabah yang melanda dunia, khususnya Bandung Barat dan Indonesia," ucap warganet di video lainnya.

Baca juga: Pulang ke Sumbar, 26 Siswa Setukpa Polri Karantina di SPN Polda

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan peristiwa yang dilihat warga adalah halo matahari.

Baca juga: Kabupaten Belitung Tetapkan Status Darurat Bencana Hingga 31 Mei

Kepala BMKG Bandung Tony Agus Wijaya menjelaskan, halo matahari adalah fenomena optis berupa lingkaran cahaya yang mengelilingi matahari.

"Halo matahari terjadi karena adanya refleksi dan pembiasan sinar matahari oleh awan Cirrus yang sangat dingin di atmosfer," terang Tony saat dihubungi, Jumat (3/4).

Dia menyatakan, fenomena ini tidak akan berdampak pada bumi dan manusia. "Tidak ada pengaruh kepada manusia," bebernya. (X-15)


 

BERITA TERKAIT