03 April 2020, 12:26 WIB

Pemkab Cianjur Geser Beberapa Mata Anggaran untuk Tangani Korona


Benny Bastiandy | Nusantara

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menggeser sejumlah mata anggaran, untuk dialokasikan penanganan Covid-19. Pelaksana Tugas Bupati Cianjur, Herman Suherman, menegaskan sesuai arahan pemerintah pusat dan Pemprov Jabar, anggaran penanganan Covid-19 di daerah tidak terbatas. Dengan kondisi tersebut, kata Herman, maka dilakukan realokasi anggaran dari berbagai kegiatan yang difokuskan untuk penanganan virus korona.

"Anggaran tidak terbatas. Berapapun akan kita alokasikan untuk penanganan Covid-19," kata Herman, Jumat (3/4).

Di antara mata anggaran yang mengalami realokasi yakni surat perintah perjalanan dinas (SPPD), pekerjaan-pekerjaan fisik, serta kegiatan-kegiatan lain. Herman belum bisa menyebutkan besaran akumulasi alokasi mata anggaran yang mengalami pergeseran.

"Sekarang Gugus Tugas sedang mendata. Intinya, anggaran tahun ini kita fokuskan untuk kemanusiaan," tegas Herman.

Herman meyakini, dengan adanya realokasi anggaran maka percepatan penanggulangan Covid-19 bisa terwujud. Karena itu, kebijakan anggaran saat ini sifatnya diskresi mengingat kondisinya darurat.

"Ada tiga hal yang menjadi fokus kita saat pandemi Covid-19 ini yakni memastikan perekonomian masyarakat tetap berjalan, sektor kesehatan, serta keagamaan juga harus tetap berlangsung," ungkapnya.

Realokasi anggaran juga nanti akan digunakan untuk membeli komoditas hasil panen para petani di Kabupaten Cianjur. Kondisi pandemi Covid-19, terang Herman, membuat para petani resah karena tak bisa menjual hasil produksi pertanian mereka ke luar daerah.

"Insya Allah, kita (Pemkab) akan beli hasil produksi para petani. Tak hanya padi, tapi juga sayur-mayur. Komoditas yang dibeli nanti akan disalurkan lagi kepada masyarakat," ucapnya.

baca juga: Kabupaten/Kota Diminta Alokasikan Anggaran Khusus Tangani Wabah

Pembelian hasil produksi pertanian dari para petani juga menjadi bagian implementasi ketahanan pangan. Belum lama ini Pemkab Cianjur kedatangan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Pusat dan perwakilan organisasi kesehatan dunia (WHO). Pada pertemuan itu, dibahas soal kandungan pada komoditas sayuran yang bisa menjadi salah satu upaya mempecepat daya tahan tubuh.

"Kami akan berikan lagi kepada masyarakat terdampak Covid-19. Para petani pun tak perlu risau hasil panen mereka tak terjual karena akan kami beli," pungkasnya. (OL-3)

BERITA TERKAIT