03 April 2020, 12:22 WIB

Kabupaten/Kota Diminta Alokasikan Anggaran Khusus Tangani Wabah


Denny Susanto | Nusantara

GUBERNUR Kalimantan Selatan,  Sahbirin Noor menginstruksikan kepada seluruh kepala daerah agar mengalokasikan anggaran khusus dan mengerahkan sumber daya dalam upaya memerangi wabah virus korona.

"Kita perlu mengerahkan semua sumber daya, termasuk penyediaan anggaran khusus untuk penanganan korona. Semua pihak harus bersatu pemerintah, swasta (dunia usaha) dan masyarakat," tegas Sahbirin Noor, Jumat (3/4). 

Pemda juga diminta menyediakan fasilitas kesehatan dan bantuan sosial berupa sembako bagi masyarakat terdampak. Gubernur juga menyinggung kondisi kurangnya APD dan alat rapid test di daerah. Untuk itu daerah diharapkan dapat membuat inovasi dan kreasi terutama dalam penyediaan APD. Terkait penanganan wabah virus korona ini Pemprov Kalsel telah menganggarkan dana khusus sebesar Rp56 miliar.

Pada bagian lain data terakhir Jumat (3/4) dari Gugus Tugas Tanggap Darurat Penanganan Virus Korona Kalsel menyebutkan jumlah ODP di Kalsel terus bertambah menjadi 1.356 orang. Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) berkurang menjadi lima orang dan pasien positif korona sebanyak delapan orang. Namun dikabarkan ada satu pasien PDP yang meninggal dunia di RSUD Ulin Banjarmasin kemarin.

baca juga: Pemkab Banyumas Siapkan Rp30 Miliar untuk Jaring Pengaman Sosial

Sementara pihak Kanwil Hukum dan HAM Kalsel akan menerapkan program asimiliasi dan integrasi dalam upaya pencegahan virus korona kepada 1.836 orang narapidana yang menghuni lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan di Kalsel.

Kabag Program dan Humas, Kanwil Hukum dan HAM Kalsel, Mawardi Amin mengatakan kebijakan ini merujuk pada Peraturan Menkumham Nomor 10/2020 dan Keputusan Menkumham Nomor M.HH-19.PK/01.04.04 yang mengatur soal pengeluaran atau pembebasan narapidana dan napi anak lewat program asimiliasi dan integrasi dalam upaya pencegahan virus korona. (OL-3)

BERITA TERKAIT