03 April 2020, 10:50 WIB

MGMP Tata Busana Jateng Produksi Ribuan APD


Akhmad Safuan | Nusantara

SETELAH Balai Latihan Kerja (BLK) di beberapa daerah di Jawa Tengah memproduksi alat perlindungan diri (APD), kini giliran Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Tata Busana Jateng juga memproduksi APD untuk memenuhi kebutuhan medis dalam rangka menanggulangi virus korona. Ratusan siswa dari beberapa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Jurusan Tata Busana di Jepara yakni SMKN 2 Jepara, SMKN 1 Kalinyamat, SMK Muhammadiyah Keling, SMK Al Hikmah Mayong, SMK Kholiliyah Bangsri dan SMK Sadamiyah Jepara mulai disibukan dengan kegiatan baru yakni memproduksi APD.

Wabah virus korona yang terjadi saat ini, menggerakan semua komponen untuk peduli dan bersama menanggulanginya dengan memproduksi APD seperti pakaian, masker dan lainnya. Kini MGMP Tata Busana kerahkan siswa untuk ikut serta memproduksi untuk memenuhi kebutuhan sarana kesehatan itu.

"Para siswa SMK Jurusan Tata Busana dibimbing oleh para guru masing-masing sekolah, saat ini sedang menyelesaikan 2.000 APD jenis pakaian untuk paramedis dengan bahan kain Spundbond," kata Ketua MGMP Tata Busana Provinsi Jawa Tengah, Indria Mustika, Kamis (2/4).

Ribuan APD yang sast ini diproduksi, demikian Indria Mustika, merupakan pesanan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah untuk memenuhi kebutuhan paramedis dalam upaya menangani dan menanggulangi covid-19 tersrbut.

Kesulitan memperokeh APD di pasaran dan kebutuhan yanh besar sast ini, lanjut Indria Mustika, menjadi dasar dan mendorong MGMP Jurusan Tata Busana untuk berkiprah memenuhi sarana dan prasarana kesehatan, sesuai dengan bidang yang digeluti. 

"Ini juga sekaligus menjadi ajang pelatihan bagi siswa," imbuhnya.

Khusus untuk MGMP Tata Busana di Jepara, ujar Indria Mustika, memproduksi sebanyak 300 lembar pakaian APD, sedangkan SMK di daerah lain juga melakukan hal yang sama. Secara keseluruhan akan terproduksi sebanyak 2.000 lembar pakaian untuk paramedis yang sedang menangani pasien covid-19.

baca juga: Gaji Anggota DPRD Golkar DIY Dipotong 50%-70% untuk Tangkal Covid

Model dan bahan paksian APD diproduksi, menurut Indria Mustika, sesuai dengan standar yang telah dibakukan dinas kesehatan. Sedangkan untuk menjamin kerapihan dan kekuatan produksi, hanya kelas XII yang mengerjakan karena telah dibekali ketrampilan yang memadai di masing-masing sekolah. (OL-3)

BERITA TERKAIT