03 April 2020, 08:31 WIB

KLHK Bantu Korban Longsor di Kabupaten Bogor


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyerahkan bantuan paket sembako, pakaian, selimut, makanan instan, kebutuhan bayi, tikar, selimut, peralatan mandi dan buku tulis  untuk korban longsor warga dan Ponpes Nurul Hikmah, Desa Harkat Jaya, Kecamatan Suka Jaya Kabupaten Bogor yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor pada 25 Maret 2020 lalu. Penyerahan bantuan diwakili oleh Direktur Perbenihan Tanaman Hutan Ditjen PDASHL KLHK Mintarjo, didampingi Kepala BPDASHL Citarum Ciliwung Taruna Jaya, dan jajarannya.

Bantuan diterima oleh Kepala Desa Harkatjaya H. Soleh dengan disaksikan Danposmil Sukajaya Serma Admin, Babinsa Harkatjaya Kopka Arens, dan BPBD Kab Bogor M. Adam, serta Pimpinan Ponpes Nurul Hikmah Muhammad Kosasih. 

"Ibu Menteri LHK dan seluruh jajaran KLHK menyampaikan empati yang dalam atas apa yang menimpa dan dirasakan warga Desa Harkatjaya dan Ponpes Nurul Hikmah atas dampak bencana yang terjadi, seraya mendoakan semoga bencana yang terjadi adalah bencana yang terakhir. Sebagai bentuk empati dan kepedulian, Kementerian LHK menyerahkan bantuan berupa kebutuhan pangan, pakaian, dan kebutuhan lainnya," kata Mintaketerangannya, Jumat (3/4)

KLHK juga  membantu mengkomunikasikan dengan instansi pemerintah lainnya untuk membantu mengatasi permasalahan dan dampak bencana yg terjadi.

"Saya mengajak warga desa, karang taruna, siswa sekolah, dan aparatur pemerintah di tingkat desa dan kecamatan, melalui kepeloporan TNI melakukan gerakan penanaman pada lahan-lahan dengan kemiringan lereng yang curam. Terutama pada areal yang relatif terbuka, dengan tanaman Multi Purpose Tree Species (MPTS) dan tanaman tahunan lainnya, seperti jengkol, durian, alpukat, matoa, sengon, mahoni, dan gmelina," sebut Mintarjo.

Untuk memenuhi kebutuhan gerakan penanaman dimaksud KLHK memberikan bantuan bibit dalam bentuk Kebun Bibit Desa (KBD) yang diberikan secara gratis kepada masyarakat.

"Diharapkan bantuan yang diberikan dapat segera dibagikan kepada warga dan pondok pesantren yang terdampak bencana dengan koordinasi oleh kepala desa bersama-sama Danposmil, Babinsa, dan petugas BPBD," papar Mintarjo.

Mintarjo mengimbau seluruh warga Harkatjaya dan sekitarnya, terutama pada bagian hulu DAS nya untuk dapat mengelola lahan secara lebih bijaksana, sesuai dengan karakter lahannya.

"Wilayah desa Harkatjaya dengan lereng yang curam, curah hujan yang tinggi, solum tanah yang tebal/dalam, dengan sifat tanah yang remah/gembur, sangat rawan terjadinya tanah longsor," lanjutnya

Dia menambahkan, budidaya yang sesuai adalah tanaman tahunan yang di selang seling dengan rumput vetifer, serta didukung dengan bangunan konservasi tanah dan air seperti Dam Penahan dan gully plug, untuk memperkuat stabilitas lereng pada bagian jurang dan gully atau parit yg merupakan proses erosi yang sangat lanjut.

baca juga: Pemerintah Apresiasi Kampanye Warganet Perangi Covid-19

Pada saat menerima bantuan, Kades Harkatjaya dan pimpinan Ponpes Nurul Hikmah atas nama warga dan Ponpes mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian Ibu Menteri dan jajaran KLHK. Kades Harkatjaya juga memohon dari Kementerian/instansi terkait dapat membantu pembuatan pasangan batu bronjong untuk mencegah atau menghalangi aliran banjir yang sering terjadi, serta pemulihan/pengembalian alur sungai seperti semula. (OL-3)

BERITA TERKAIT