03 April 2020, 08:10 WIB

Korona Suramkan Tenis Dunia


Akmal Fauzi | Olahraga

PEMBATALAN turnamen grand slam Wimbledon akibat pandemi virus korona baru (covid-19) membuat dunia tenis tahun ini makin suram.

Untuk pertama kali sejak Perang Dunia II, turnamen tenis tertua di dunia tersebut tidak digelar.

“Saya sangat sedih karena Wimbledon tahun ini telah dibatalkan. Namun, dengan keadaan seluruh dunia saat ini, kesehatan semua orang menjadi hal yang paling penting,” kata petenis Inggris, Andy Murray.

Juara tunggal putra Wimbledon 2013 dan 2016 itu berambisi meraih gelar ketiganya tahun ini. “Saya berharap kembali ke lapangan rumput (Wimbledon) tahun depan. Semoga semuanya tetap sehat,” ujar petenis berusia 32 tahun itu.

Petenis Swiss Roger Fededer juga bertekad kembali ke Wimbledon tahun depan. Peraih delapan gelar Wimbledon itu pun mengaku sangat sedih Wimbledon tahun ini dibatalkan.

Peringkat keempat dunia itu sangat menantikan datangnya Wimbledon tahun ini. Setelah tersingkir pada semifinal Australia Terbuka, Federer absen dari kompetisi karena harus menjalani operasi lutut.

‘Hancur... Saya tidak sabar untuk kembali tahun depan’, tulis Federer di akun Twitternya. Ketua All England Club, penyelenggara Wimbledon, Ian Hewitt mengatakan keputusan pembatalan tidak diambil dengan mudah. “Sangat membebani pikiran kami bahwa turnamen kejuaraan tenis itu hanya terganggu sebelumnya oleh perang dunia,” katanya.

Beberapa pihak menyebut keputusan pembatalan Wimbledon terlalu cepat. “Saya benar-benar berharap Wimbledon akan menunggu hingga akhir April untuk mengambil keputusan. Turnamen baru akan dimulai minggu pertama Juli. Ke sabaran ialah suatu kebajikan,” ujar mantan petenis asal Jerman Boris Becker. (Mirror/AFP/Mal/Dmr/R-1)

BERITA TERKAIT