03 April 2020, 07:30 WIB

Bukan Hotel, Tenaga Medis Tidur di Lantai Beralas Kasur


(WB/DG/PT/WJ/SL/HT/LD/DW/N-2) | Nusantara

PERLAKUAN tidak layak bagi tenaga medis yang menangani wabah virus korona di Banten dibongkar Fitron Nur Ikhsan. Sekretaris Komisi V DPRD Banten itu menyatakan tenaga medis di RSUD Banten menempati Rumah Dinas Gubernur yang tidak terpakai di Jalan Brigjen KH Syam'un, Kota Serang.

"Mereka tinggal bersama di karantina atau isolasi, yang sebelumnya dinyatakan setara dengan hotel bintang lima. Faktanya, mereka tidur di lantai beralas kasur, di satu ruangan dengan 24 kasur," ujarnya, kemarin. Pemprov Banten sudah meng anggarkan dana Rp107 miliar untuk penanganan virus korona, termasuk di dalamnya pemberian fasilitas bagi tenaga medis. "Seharusnya tenaga medis mendapat tempat yang lebih layak. Mereka rentan dan rela meninggalkan keluarga untuk tinggal di karantina, tapi fasilitasnya sangat tidak sebanding dengan risiko," tandas Fitron.

Di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, kurangnya pengetahuan membuat warga menolak penggunaan gedung Diklat Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia sebagai tempat isolasi pasien korona. "Rencana kami batalkan, dan kami mengalihkan rencana dengan memaksimalkan ruang isolasi yang sudah ada di rumah sakit," papar Sekretaris Dinas Kesehatan Bandung Barat, Nanang Ismantoro.

Daerah ini baru memiliki 66 ruang isolasi di tiga RSUD dan satu rumah sakit swasta. "Yang kami khawatirkan, ada penambahan warga yang harus diisolasi karena mereka tidak mengurungkan niat untuk mudik," tambahnya. (WB/DG/PT/WJ/SL/HT/LD/DW/N-2)

BERITA TERKAIT