03 April 2020, 07:20 WIB

Pasien Sembuh Lewati Jumlah yang Meninggal


(AS/HT/JS/CS/BY/SL/WJ/TB/MR/FL/CS/MG/DW/N-2) | Nusantara

HARAPAN mulai tumbuh. Di tengah warga yang masih diliputi kecemasan akibat deraan wabah covid-19, jumlah pasien yang sembuh terus bertambah.

Di Jawa Tengah, misalnya, untuk pertama kalinya jumlah pasien sembuh bisa mengalahkan jumlah pasien meninggal dunia. Kemarin, total kesembuhan mencapai 8 orang dan kematian 7 orang.

"Jawa Tengah masih merawat 88 warga positif covid-19 di beberapa rumah sakit. Kesembuhan pasien membawa harapan baru bagi kita semua," ujar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, di Semarang, kemarin.

Saat ini, di provinsi ini ada 10.513 warga berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan 411 pasien dalam peng awasan (PDP). Mereka tersebar di 35 kabupaten dan kota. "Kami terus berupaya menekan angka korban korona. Yang paling dibutuhkan saat ini adalah layanan kesehatan terbaik dan pemenuhan kebutuhan peralatan pendukung di rumah sakit. Kami akan berupaya memenuhinya," tandas Ganjar. Kabar gembira juga bertiup dari Karawang, Jawa Barat. Sebanyak 33 pasien positif korona yang dirawat di beberapa rumah sakit dalam kondisi baik dan menjelang sembuh. "Saat ini mereka mengalami gejala ringan. Semoga dalam waktu dekat bisa sembuh dan negatif covid-19," papar juru bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Karawang, Fitra Hergyana.

Begitu juga dengan kondisi Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana yang dinyatakan sebagai pasien positif pertama di Karawang, juga dalam keadaan baik. "Bupati sudah bekerja dari rumah sakit melakukan pemantauan. Kondisinya sudah sangat baik," lanjut Fitra.

Kemarin, Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 juga bisa berlega hati karena tidak ada penambahan pasien korona. "Kami masih tetap menangani dua pasien positif. Tidak ada penambahan pasien positif maupun PDP," ungkap juru bicara tim, Johansyah. Saat ini Jambi menangani 1.115 ODP dan 15 PDP. Mereka tersebar di 11 kabupaten dan kota.

Meski sudah tidak ada warga yang positif korona, Wali Kota Surakarta, Jawa Tengah, FX Hadi Rudyatmo, meminta warga, aparatur pemerintah, dan tim medis tidak lengah. "Setelah kesembuhan satu pasien positif yang dirawat di RSUD Moewardi, memang sudah tidak ada lagi pasien dengan status itu di Surakarta. Tapi, sampai hari ini, jumlah PDP dan ODP di Surakarta masih terus bertambah. Karena itu, kita harus tetap waspada," jelasnya. Karena itu, anjuran dan aturan tetap berlaku. "Lebih baik tinggal di rumah, jaga jarak, dan sering mencuci tangan dengan sabun. Warga di Surakarta juga tetap harus meminta sanak saudara mereka di rantau tidak pulang kampung dulu," tandasnya. (AS/HT/JS/CS/BY/SL/WJ/TB/MR/FL/CS/MG/DW/N-2)

BERITA TERKAIT