03 April 2020, 01:36 WIB

Ini Teknis Ujian Sekolah bagi Siswa di DKI di Tengah Wabah Korona


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

DINAS Pendidikan DKI Jakarta telah menerbitkan surat keputusan berisi petunjuk teknis pelaksanaan ujian sekolah untuk menentukan kelulusan pelajar lelas 6 SD, kelas 9 SMP serta kelas 12 SMA/SMK.

Dalam SK No 356 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kelulusan Peserta Didik Dari Satuan Pendidikan Tahun Ajaran 2019/2020 itu menyebut ujian sekolah dapat dilakukan dalam tiga bentuk.

"Ada portofolio nilai prestasi, penugasan, dan ujian daring," kata Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sony Juhersoni saat dikonfirmasi, Kamis (2/4).

Pada jenis ujian melalui pengumpulan protofolio prestasi, nilai keseluruhan mata pelajaran berikut rata-ratanya sejak kelas pertama hingga kelas terakhir dicantumkan bersamaan bukti capaian prestasi siswa seperti bukti sertifikat penghargaan, kemenangan lomba, dan sebagainya.

Sementara pada penugasan yakni harus menilai kompetensi kemampuan siswa untuk tiap mata pelajaran.

Baca juga : Covid-19, Pemprov Klaim Kualitas Udara Jakarta Kalahkan Paris

Jenis-jenis penugasan meliputi karya tulis maupun karya kreatif/ilmiah sesuai mata pelajaran, membuat refleksi pengalaman pembelajaran berupa saran maupun kritik, membuat tugas yang menjawab persoalan yang terjadi di dunia nyata, dan bentuk lain yang relevan.

"Yang menjadi keharusan adalah pengumpulan dua jenis ujian itu harus dilakukan secara daring. Siswa tidak diperkenankan datang ke sekolah," tutur Sony.

Pada metode terakhir yakni ujian daring, sekolah diperbolehkan menggunakan aplikasi atau perangkat lunak yang sudah disetujui Dinas Pendidikan.

Ujian daring tetap harus memiliki teknis seperti layaknya ujian dilakukan di sekolah seperti adanya pembatasan waktu pengisian jawaban, soal ujian diberikan mengacak sehingga tidak sama antara satu dengan yang lainnya, dan sekolah harus memastikan siswa tidak berkumpul bersama dalam mengerjakan soal.

"Tes daring boleh dilaksanakan bagi warga sekolah yang memiliki akses internet yang memadai," ucap Sony.

Ujian bagi SMK dan SMA sama-sama melakukan dimulai 30 Maret. Namun, untuk SMK berakhir pada 10 April dan SMA berakhir pada 17 April.

Sementara tingkat SMP melakukan ujian pada 14 April sampai 15 Mei. Untuk tingkat SD ujian sekolah dilakukan pada 27 April hingga 8 Mei.

Ada keringanan yang diberikan Disdik bagi sekolah yang belum bisa melakukan ujian sekolah hingga waktu yang ditentukan dengan berbagai sebab. Untuk nilai kelulusan dapat menggunakan nilai rapot terakhir di semester 5.

Pengumuman kelulusan akan dilakukan pada 4 Mei untuk SMA dan SMK, 8 Juni untuk jenjang SMP, dan 13 Juni untuk tingkat SD.(OL--7)

BERITA TERKAIT