03 April 2020, 04:00 WIB

Kasus Korona Dekati Angka Satu Juta


MI | Internasional

SEJUMLAH organisasi dunia memperingatkan tentang kekurangan bahan pangan ketika infeksi virus korona di seluruh dunia mendekati angka satu juta.

Lebih dari 900.000 orang telah terinfeksi virus korona dan hampir 46.000 orang telah meninggal sejak pertama kali muncul di kota Wuhan, Tiongkok, pada akhir tahun lalu.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan jumlah itu akan mencapai satu juta dalam beberapa hari ke depan. “Saya sangat khawatir dengan eskalasi yang cepat dan penyebaran infeksi global,” katanya, kemarin.

Sementara itu, kasus di A merika Serikat pun melonjak, meningkat menjadi lebih dari 213.000. Menurut basis data Johns Hopkins University, jumlah korban tewas di AS selama 24 jam terakhir tercatat ada 884 orang, dan kasus baru yang diketahui melebihi 25.000.

Salah satu korbannya ialah seorang bayi berusia enam minggu di Connecticut yang dibawa ke rumah sakit akhir pekan lalu, diyakini sebagai korban termuda akibat virus tersebut. 

“Pengujian mengonfirmasi bahwa bayi yang baru lahir itu positif covid-19,” cicit Gubernur Ned Lamont di Twitter. “Ini benar-benar menyedih kan,” katanya.

New York yang padat penduduknya terus menjadi pusat wabah di AS. Di seantero kota, truk-truk berpendingin parkir di luar rumah sakit untuk menangani lonjakan mayat. Gubernur New York Andrew
Cuomo mengumumkan semua taman bermain dan lapangan basket ditutup untuk melakukan aturan social distancing atau jaga jarak sosial guna menghentikan penularan.

Sementara itu, Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), WHO, dan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) memperingatkan dalam sebuah
pernyataan bersama bahwa aksi panic buying yang sudah terlihat di beberapa bagian dunia dapat mengancam pasokan makanan. “Ketidakpastian tentang ketersediaan pangan dapat memicu gelombang pembatasan ekspor, menciptakan kekurangan di pasar global,” kata mereka. (AFP/Nur/X-11)
 

BERITA TERKAIT