03 April 2020, 08:00 WIB

Museum ini dapat Dijelajahi Secara Virtual dari Rumah


Abdillah M Marzuqi | Weekend

MEREBAKNYA wabah virus korona di dunia, termasuk Indonesia, mendorong Museum Macan untuk memulai program museum dari rumah bagi para penikmat seni. Sebelumnya, museum yang terletak di Kebon Jeruk, Jakarta Barat ini, juga aktif mengaungkan gerakan global #MuseumfromHome di media sosial sejak beberapa pekan lalu. Program itu bertujuan memberikan akses pada komunitas global untuk berinteraksi dengan seni dan kreativitas dari rumah.

Sejalan dengan rekomendasi pemerintah, Museum Macan tutup sementara untuk menjaga kesehatan dan keamanan. Namun, para penikmat seni dapat menyaksikan koleksi atau pameran yang tengah digelar di museum itu secara virtual dari rumah, di antaranya pameran Melati Suryodarmo: Why Let the Chicken Run? dan Julian Rosefeldt: Manifesto.

 "Program kami adalah respons positif terhadap situasi sosial yang sedang dihadapi dunia. Kami sadar bahwa Indonesia sangatlah luas dan beragam, dengan tingkat konektivitas yang berbeda di setiap area, provinsi, dan pulau. Mengingat kondisi tersebut, kami bekerja keras untuk menyajikan materi yang dapat diakses dan diunduh dengan mudah,” kata Direktur Museum Macan Aaron Seeto dalam keterangan tertulis, Kamis  (2/4).

Selain itu, orang tua dan anak juga  bisa berkreasi bersama lewat lokakarya yang dilakukan dari rumah. Semua materi #MuseumfromHome dari Museum MACAN bisa diakses via laman museummacan.org. Asah kreativitas itu dirancang dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di rumah, termasuk membuat playdough sendiri dan bio-painting.

Beberapa program yang akan ditampilkan dalam #MuseumfromHome Museum Macan seperti Jelajahi Koleksi Macan, Tur Pameran Virtual, Macan A to Z, Q&A bersama Melati Suryodarmo, Aktivitas #dirumahaja bersama Museum Macan, dan Membuat Manifestomu. (M-4)

BERITA TERKAIT